#Perang Iran vs AS-IsraelOPINI

Iran dan Kebingungan Eropa

Data dari Dmytro Basmat di Kyiv Independent (11 Maret 2026) menunjukkan betapa mengerikannya perang itu: berdasarkan dokumen intelijen Ukraina, Kremlin sendiri memperkirakan bahwa 1.315.000 tentara Rusia telah tewas dan terluka sejak invasi skala penuh dimulai pada Februari 2022.

Zelensky menambahkan bahwa angka ini kemungkinan lebih rendah dari kenyataan. Di tengah tragedi kemanusiaan yang begitu besar, ironisnya Ukraina justru harus membantu negara-negara Teluk yang selama ini memiliki hubungan dekat dengan Rusia.

Ketiga, von der Leyen merepresentasikan pergeseran menuju realpolitik yang berisiko mengorbankan prinsip fundamental UE.

Pidatonya yang menyatakan bahwa “Eropa tidak bisa lagi menjadi penjaga tatanan dunia lama” dan bahwa aturan tidak akan melindungi Eropa dari ancaman kompleks adalah pengakuan tersirat bahwa multilateralisme sedang sekarat. Namun di saat yang sama, Ukraina justru menunjukkan bahwa keahlian dan teknologi yang diperoleh dari pengalaman pahit dapat menjadi aset diplomatik yang berharga.

Ihor Fedirko, kepala Dewan Industri Pertahanan Ukraina, mengatakan kepada BBC bahwa Ukraina dapat meningkatkan produksi drone pencegat hingga 10.000 unit per bulan. Namun ia juga memperingatkan bahwa senjata hanyalah “plastik dan logam” tanpa pelatihan dan pengajaran yang tepat. Di titik itu, Ukraine punya pengalaman—sebab mereka ahli dalam mencegat drone Iran.

Perbedaan nada antara Costa dan von der Leyen bukan sekadar persoalan gaya kepemimpinan. Ini adalah cerminan dari kebingungan Eropa di tengah dunia yang semakin kacau. Costa mungkin benar bahwa hanya hukum internasional yang dapat menegakkan kebebasan dan hak asasi.

Von der Leyen mungkin juga benar bahwa Eropa harus beradaptasi dengan realitas baru. Namun ketika kedua pemuncak institusi UE berbicara dengan bahasa yang berbeda, dunia hanya akan melihat Eropa sebagai aktor yang bingung, bukan sebagai kekuatan yang koheren.

Sementara itu, di medan yang berbeda, Ukraina dengan sigap memanfaatkan setiap celah. Zelensky tidak menunggu konsensus; ia bergerak. Para diplomat Eropa mungkin masih berdebat tentang prinsip, sementara Kyiv telah mengirimkan tim ahlinya ke Timur Tengah.[]

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button