Israel Gunakan Teror Pemukim dan Militer untuk Kuasai Tepi Barat
Saat tanah dicuri, tubuh warga Palestina diperlakukan sebagai objek yang di atasnya orang-orang Israel mempertontonkan dominasi secara terbuka dan berulang-ulang. Kisah-kisah pengungsian, penyiksaan, dan penghinaan mewarnai kehidupan sehari-hari warga Palestina.
Mungkin inilah alasan tepat mengapa pekan lalu Forouq Ramadan, seorang warga Tal, memutuskan untuk merebut senjata dari pemukim Israel yang menginvasi dan menembaknya.
Momen tersebut sangat signifikan karena respons kekerasan Israel di Tepi Barat akhir pekan lalu sebenarnya bukan hanya karena seorang warga Israel tewas. Hal itu dipicu oleh fakta bahwa seorang pria Palestina berhasil merebut senjata pemukim Israel bersenjata dan menembaknya hingga tewas.
Bagaimanapun juga, episode kekerasan ini kini digunakan sebagai kesempatan lain untuk mempercepat proyek kolonisasi. Inilah mengapa hal itu tidak boleh diidentifikasi sekadar sebagai “eskalasi”. Ini bukanlah insiden kekerasan pemukim yang terpisah, melainkan bagian tak terpisahkan dari strategi kolonisasi.
Kehausan Israel akan Tanah
Apa yang terjadi di Tal pada hari Kamis dan apa yang terjadi di Tepi Barat hari ini tidak dapat dan tidak boleh dipisahkan dari apa yang terjadi secara regional.
Kekerasan pemukim, kampanye militer genosida, perintah penggusuran ilegal untuk seluruh komunitas, dan penahanan massal semuanya berfungsi dalam logika strategis yang sama: akuisisi teritorial. Israel akan terus-menerus mencari justifikasi dan mendaur ulang narasi keamanan yang sama yang telah efektif melindunginya dari pengawasan internasional selama bertahun-tahun.
Peristiwa terbaru di Tepi Barat bukanlah hal luar biasa, melainkan berfungsi sebagai cerminan dari realitas utama. Fragmentasi dan penaklukan teritorial maju lebih cepat daripada yang rela diakui oleh dunia.
Ini bukanlah masalah keamanan, melainkan sebuah proyek teritorial. Meskipun metodenya berbeda, Israel sedang membentuk kembali lanskap di Gaza, Tepi Barat, Yerusalem, dan bahkan di Suriah serta Lebanon ke arah yang sama.
Ada masa ketika perluasan teritorial Israel ke Tepi Barat menjadi tanda peringatan bagi dunia. Hari ini, hal itu menjadi realitas yang jauh melampaui wilayah pendudukan Palestina. Namun, dunia masih membingkainya sebagai masalah “keamanan Israel”. []
Sumber: Aljazeera.com






