Israel Tutup Masjid Al-Aqsha 18 Hari, Jamaah yang Mendekat Dibubarkan

Yerusalem (SI Online) – Pasukan Israel membubarkan para jemaah di Yerusalem yang diduduki pada Selasa (malam (17/3) dan mencegah mereka melaksanakan salat Isya dan Tarawih di beberapa lingkungan, di tengah serangan dan tindakan penertiban, sementara penutupan Masjid Al-Aqsha terus berlanjut untuk hari ke-18 berturut-turut.
Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa pasukan Israel dikerahkan secara besar-besaran di sekitar gerbang al-Amud dan al-Sahira serta di dekat Sekolah Al-Rashidiya, di mana mereka menghalangi para jemaah untuk salat dan memaksa mereka meninggalkan area tersebut.
Menurut sumber yang sama, pasukan Israel juga membubarkan para jemaah saat mereka sedang melaksanakan salat Tarawih di dekat gerbang al-Sahira, salah satu gerbang Kota Tua.
Mereka menambahkan bahwa pasukan Israel mendorong para jemaah menuju lingkungan Wadi al-Joz dalam upaya membubarkan mereka dan mencegah adanya perkumpulan salat.
Dalam konteks yang sama, pasukan Israel menembakkan gas air mata di pintu masuk Pasar Jumat (Souq al-Jum’a), sehingga menciptakan ketegangan di area tersebut.
Langkah-langkah ini terjadi di tengah pembatasan militer yang terus berlangsung di seluruh kota, khususnya di sekitar Kota Tua, serta berlanjutnya pencegahan terhadap para jemaah untuk mengakses Masjid Aqsha.
sumber: infopalestina






