Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025 Usai, Imbau Ponpes Perkuat Tarbiyah Jasadiyah
Semarang (SI Online) – Rangkaian Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025 telash usai. Jambore resmi ditutup pada Kamis siang, 20 November 2025, di Bumi Perkemahan Spekta Merbabu, Semarang.
Pada sesi penutupan tersebut, Forum Maahid dan Madaris Qur’an Indonesia membacakan rekomendasi hasil kegiatan yang telah berlangsung selama tiga hari dengan tema “Kolaborasi Santri untuk Negeri.”
Ketua FORMAQIN, Ustaz Umarulfaruq Abubakar, memimpin jalannya penutupan sekaligus membacakan rekomendasi. Sebelum itu, beliau memberikan motivasi kepada para peserta yang berhasil mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga akhir.
Baca juga: Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025 Momentum Penguatan Santri untuk Negeri
Ia juga mengingatkan, kelelahan dalam melakukan amal kebaikan akan sirna, sementara pahalanya tetap kekal. Sebaliknya, kesenangan dalam melakukan maksiat hanya sesaat, tetapi dosanya menetap. Pesan itu disampaikan untuk meneguhkan semangat para peserta agar tetap teguh dalam kebaikan.
Ustaz Umarulfaruq menyampaikan bahwa Jambore Ukhuwah selama tiga hari ini telah menjadi ajang pembelajaran penting bagi para santri, khususnya terkait komitmen, persaudaraan, dan tarbiyah jasadiyah. Ia berharap seluruh nasihat dan amanah dari instruktur dapat terus diamalkan setelah para peserta kembali ke pesantren masing-masing.
Pada sesi inti, Ustaz Umarulfaruq membacakan rekomendasi resmi Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025.
Dokumen rekomendasi tersebut ditutup dengan penegasan bahwa upaya kolektif ini menjadi bagian dari langkah memperkuat pembinaan santri dan penguatan lembaga Qur’ani di seluruh Indonesia.
Mengakhiri rangkaian penutupan, Ustaz Umarulfaruq mengajak seluruh peserta melantunkan hamdalah bersama sebagai bentuk syukur dan harapan agar Allah meridai seluruh proses dan hasil Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025.

Berikut Rekomendasi Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025:
Dengan memohon pertolongan Allah, FORMAQIN menyampaikan rekomendasi sebagai berikut:
- Mengimbau seluruh pondok pesantren untuk memperkuat Tarbiyah Jasadiyah melalui penataan kurikulum serta pelaksanaan kegiatan jambore, pramuka, dan mukhayam secara terstruktur di lembaga masing-masing.
- Mengajak seluruh pesantren untuk berpartisipasi aktif dalam program tarbiyah jasadiyah yang diselenggarakan FORMAQIN pada tingkat nasional maupun regional.
- Mendorong peningkatan ukhuwah dan kolaborasi antar pondok pesantren melalui kegiatan bersama dan silaturahim berkelanjutan.
Demikian rekomendasi ini disampaikan sebagai upaya bersama dalam memperkokoh pembinaan santri dan penguatan pesantren Qur’ani di Indonesia.[]
Kontributor: Wakhid Syamsudin






