SEHAT-BUGAR

Jangan Tahan BAB, Bisa Picu Wasir Kronis hingga Gangguan Fungsi Usus Besar

Wasir merupakan pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus yang dapat terjadi di bagian dalam maupun luar. Kebiasaan menunda ini membuat feses menjadi lebih keras, sehingga risiko wasir ikut meningkat.

“Feses yang keras biasanya membuat seseorang harus mengejan lebih kuat, dan itulah salah satu faktor risiko wasir,” jelas Rao.

Menahan BAB juga dapat mengubah tekstur feses secara drastis. Fong mengatakan, semakin lama feses berada di usus besar yang terus menyerap air, semakin keras dan kering teksturnya sehingga menyakitkan saat dikeluarkan.

Penumpukan feses keras di rektum juga dapat menyebabkan inkontinensia feses. Kondisi ini ditandai dengan keluarnya feses secara tidak terkendali dari anus.

“Ketika ada gumpalan feses keras yang menyumbat rektum (impaksi feses), feses cair yang baru datang dari atas tidak memiliki jalan keluar sehingga merembes melewati sumbatan,” tutur Fong.

Untuk menjaga kesehatan saluran cerna, para ahli menyarankan beberapa cara. Fong menekankan agar masyarakat segera ke toilet saat tubuh memberi sinyal ingin buang air besar.

Ia juga menyarankan agar seseorang tidak duduk dan mengejan terlalu lama di toilet sambil menunggu BAB. Langkah pencegahan ini sangat penting untuk menghindari ambeien.

“Batasi waktu duduk di toilet sekitar 2–5 menit. Jika dalam lima menit belum terjadi BAB, berarti tubuh memang belum siap,” ujar Fong.

Kemudian, penuhi kebutuhan serat harian untuk membantu membentuk massa feses agar lebih mudah bergerak melalui saluran pencernaan. Sumber serat yang baik antara lain buah, sayur, kacang-kacangan, hingga biji-bijian.

Kecukupan cairan juga sangat penting untuk menjaga kelancaran buang air besar. Selain air putih, cairan dapat diperoleh dari buah-buahan, sayuran, sup, maupun minuman sehat lainnya.

“Usus besar terus menyerap air dari feses. Jika tubuh terhidrasi dengan baik, feses tetap lunak dan mudah dikeluarkan,” kata Fong.

Aktivitas fisik secara teratur juga terbukti membantu meningkatkan kinerja kerja usus. Namun, perubahan pola BAB terkadang menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius.

“Jika mengalami konstipasi selama tiga minggu atau lebih, nyeri perut hebat, mual, darah pada feses, penurunan berat badan tanpa sebab, atau perubahan mendadak pada pola BAB, segera konsultasikan dengan dokter,” kata Rao.[]

Sumber: Antara

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button