NASIONAL

JATTI Apresiasi Sikap NU dan Muhammadiyah Tolak Relokasi Warga Rempang

Jakarta (SI Online) – Ketua Pembina Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) KH Muhyiddin Junaidi kembali menyampaikan tanggapannya terkait kasus Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau.

Menurutnya, kita punya kewajiban moral membantu perjuangan warga Rempang untuk mempertahankan tanah tumpah darahnya sesuai dengan konstitusi.

“Jihad konstitusi adalah pilihan yang sangat dibutuhkan saat ini untuk menegakan keadilan dan memberantas kezaliman yang dilakukan oleh para penghianat negeri ini,” kata Kiai Muhyiddin melalui pernyataan tertulisnya kepada Suara Islam, Kamis (14/9/2023).

Ia pun menyampaikan apresiasinya kepada kepada semua pihak khususnya dua ormas Islam terbesar yaitu NU dan Muhammadiyah yang telah bersikap tegas soal kasus Pulau Rempang. Keduanya menolak relokasi Warga Rempang.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta pemerintah untuk menunda sementara Proyek Strategis Nasional (PSN) di Pulau Rempang. Sementara itu, Muhammadiyah meminta Presiden dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia untuk mengevaluasi dan mencabut proyek Rempang Eco City sebagai PSN.

“Kekuatan civil society yang direpresentasikan dua ormas terbesar negeri ini mencerminkan penolakan mayoritas rakyat Indonesia yang menolak segala bentuk penindasan dan kebiadaban atas nama investasi asing,” jelas Kiai Muhyiddin.

“Cina dengan agenda One Belt One Road (OBOR) nya mampu melumpuhkan ekonomi banyak negara di dunia sehingga mereka terpaksa menjadi pasien dengan stadium tinggi,” tambah Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Masyarakat Rempang yang telah mendiami tanah itu sejak tahun 1834 merupakan suku Melayu yang memiliki andil besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan melawan penjajah.

“Fakta historis mengingatkan semua pihak bahwa dunia Melayu adalah dunia Islam. Kita diingatkan kembali tentang politik divide and rule penjajah asing dan pengasingan para tokoh pejuang kemerdekaan guna memberangus semangat juang dan kekuatan rakyat,” tandas Kiai Muhyiddin.

red: adhila

Artikel Terkait

Back to top button