SEHAT

Katarak Ancam Usia Produktif, Bukan Lagi Penyakit Lansia

Jakarta (SI Online) — Anggapan bahwa katarak hanya menyerang kelompok lanjut usia kini terpatahkan seiring meningkatnya temuan kasus pada usia muda atau yang secara medis dikenal sebagai katarak juvenil.

Dokter spesialis mata Florence Meilani Manurung memperingatkan bahwa meski katarak senilis pada lansia lebih dominan, kelompok usia produktif kini berada dalam bayang-bayang risiko yang sama akibat berbagai faktor pemicu modern.

Penyebab utama katarak di usia muda umumnya dipicu oleh trauma pada mata, gangguan metabolisme seperti diabetes dan hipertensi, hingga kondisi rabun jauh ekstrem atau miopia tinggi.

Benturan keras, pukulan langsung, hingga cedera akibat benda tajam di area mata menjadi faktor trauma fisik yang dapat mempercepat kekeruhan lensa secara drastis.

Selain itu, konsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka panjang, faktor genetik, serta paparan lingkungan yang tidak sehat turut memperparah risiko kerusakan mata.

“Ada katarak juvenil, namun tidak sebanyak (katarak pada) usia tua atau katarak senilis,” kata dokter lulusan Universitas Indonesia itu.

Gejala awal sering kali mengecoh karena muncul secara perlahan, mulai dari pandangan yang terasa berkabut, berasap, hingga buram meski penderita sudah menggunakan kacamata.

“Kondisi ini sering tidak disadari sejak awal, terutama pada usia produktif yang masih aktif beraktivitas,” katanya.

Secara biologis, katarak merupakan bagian dari proses penuaan alami yang tak terelakkan, serupa dengan rambut yang memutih atau kulit yang mulai keriput.

Meski demikian, percepatan kerusakan lensa ini dapat ditekan dengan penggunaan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar ruangan serta penerapan pola hidup sehat secara konsisten.

Berdasarkan regulasi terbaru dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/67/2026, katarak didefinisikan sebagai kekeruhan lensa yang memicu penurunan tajam penglihatan secara progresif.

Ads: Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Poltek Kesehatan kunjungi poltekkesmuntokkota.org

Ancaman ini tidak main-main, mengingat Kementerian Kesehatan RI mencatat terdapat sekitar 600 ribu hingga 650 ribu kasus kebutaan akibat katarak sepanjang tahun 2025.

1 2Laman berikutnya
Back to top button