Kecam Penutupan Al-Aqsha, Hamas Desak Dunia Islam untuk Tanggung Jawab Bersama

Palestina (SI Online) – Gerakan Hamas dengan keras mengecam keputusan penjajah Israel untuk memperpanjang penutupan Masjid Al-Aqsha hingga pertengahan April.
Dalam sebuah pernyataan pada Jumat (27/3/2026), Hamas menuduh pendudukan Israel memanfaatkan situasi saat ini di kawasan untuk memberlakukan kontrol penuh atas situs suci Islam tersebut dan mengatur pembukaan serta penutupannya demi mendukung proyek-proyek Yudaisasi.
“Penutupan Masjid Aqsha yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak pendudukan kota suci ini bukanlah langkah keamanan seperti yang diklaim oleh pihak pendudukan, melainkan langkah yang disengaja untuk mengosongkan Masjid dari para jamaah Muslim dan mempersiapkan jalan bagi aksi penyusupan para pemukim,” kata Hamas dilansir Pusat Informasi Palestina, Jumat (27/3).
“Apa yang terjadi pada Masjid Aqsha merupakan serangan langsung terhadap keimanan umat Muslim dan tempat-tempat suci mereka, serta mencerminkan bahwa pihak pendudukan terus melanjutkan rencana-rencananya tanpa mempedulikan kecaman dari dunia Arab, Islam, maupun internasional,” tambah Hamas.
Gerakan tersebut menyerukan kepada rakyat Palestina untuk bergerak secara massal menuju Masjid Aqsha dan berkumpul di titik-titik akses terdekat.
Hamas juga mendesak negara-negara Arab dan Muslim untuk memikul tanggung jawab mereka terhadap Masjid Aqsha dan melindunginya dari pelanggaran oleh Israel. []






