Keluarnya UEA dari OPEC Bukan Soal Minyak: Ini Adalah Akhir Solidaritas Teluk
Apa yang Diungkapkan tentang OPEC
Organisasi ini menghadapi krisis legitimasi internal yang sangat nyata karena sejak invasi ke Ukraina, OPEC+ dipersepsikan oleh Washington sebagai instrumen penjaga harga minyak tinggi yang secara objektif menguntungkan pendanaan perang Rusia.
Pemerintahan Trump menyatakan hal tersebut secara eksplisit dengan mengaitkan dukungan militer Amerika Serikat di Teluk dengan tingkat harga minyak di pasar global.
Dengan memilih kebebasan produksi, Abu Dhabi mengirimkan sinyal geopolitik yang jelas kepada Washington untuk menjauh dari arsitektur lama tersebut.
Oleh karena itu, UEA melakukan pilihan strategis yang melampaui kebijakan energi dengan “membeli” itikad baik Amerika melalui produksi minyak di tengah runtuhnya kerangka aliansi regional yang membutuhkan jaminan keamanan pengganti.
Perhitungan strategis Abu Dhabi telah berubah secara mendasar karena posisi Washington kini bukan lagi sekadar mitra pilihan melainkan sebuah kebutuhan, terutama setelah Iran melakukan serangan langsung ke wilayah serta pelayaran UEA di saat Arab Saudi beralih ke konfrontasi terbuka.
Pihak yang Benar-Benar Dirugikan
Pihak yang paling dirugikan sebenarnya bukanlah Arab Saudi yang ekonominya mampu menyerap guncangan, melainkan runtuhnya gagasan mengenai kemampuan kolektif negara-negara Arab penghasil energi dalam membentuk tatanan energi global.
Setiap kepergian anggota—mulai dari Qatar sebelumnya hingga UEA saat ini—membuat organisasi ini menjadi semakin tidak representatif dan kian diidentikkan hanya dengan kepentingan sepihak Saudi.
Pertanyaan utama yang muncul saat ini bukanlah mengenai kemungkinan anggota lain akan mengikuti jejak tersebut, melainkan apakah OPEC masih bisa secara kredibel menjalankan fungsi historisnya setelah kehilangan produsen terbesar ketiganya di tengah perang regional dan pergeseran aliansi.
Untuk saat ini, jawaban atas tantangan tersebut tampaknya adalah tidak. []
Anas Abdoun adalah konsultan internasional di bidang energi dan urusan global dengan spesialisasi pada dinamika geopolitik di Afrika dan Timur Tengah yang analisisnya sering dikutip oleh media internasional seperti Wall Street Journal, Financial Times, World Politics Review, dan Jeune Afrique.






