Kemana Ujung Kerusuhan Ini?
Kini nampaknya kerusuhan itu baru pemanasan. Hanya massa dan mahasiswa yang bergerak. Kelompok cendekiawan belum muncul secara massif mengeluarkan pernyataan. Menteri-menteri dan Panglima TNI-Polri masih bersatu di bawah Prabowo.
Tapi bila kerusuhan ini terus meluas di berbagai daerah, menimbulkan banyak korban dan terjadi berhari-hari, bukan tidak mungkin akan terjadi gerakan para cendekiawan dan perpecahan kelompok elite. Bangsa ini bisa kembali terbelah.
Pertemuan Prabowo dengan pimpinan 16 ormas kemarin nampaknya sudah mulai ada kelompok tertentu yang ingin mendongkel Prabowo dengan paksa. Sebagai umat Islam, kita mesti merapat ke para cendekiawan Islam dan ulama.
Kita tahu bahwa bukan watak umat Islam mengadakan pembakaran, penjarahan dan kerusuhan yang mengakibatkan korban jiwa. Islam setuju perubahan, tapi perubahan yang damai. Perubahan yang dilakukan dengan musyawarah para tokoh. Bukan perubahan yang tidak jelas arahnya dan dengan kerusuhan, pembakaran dan pembunuhan. Sekali lagi ini bukan watak gerakan umat Islam.
Peristiwa 1998 menjadi ibrah bagi kita. Tentu saja Prabowo juga harus koreksi diri dan banyak melakukan pembenahan. Tapi mendongkel Prabowo dengan cara paksa dengan melakukan kerusuhan dan pembunuhan, bukan jalannya. Karena kaum perusuh bisa jadi agendanya menginginkan presiden yang lebih buruk dari Prabowo. Presiden yang meminggirkan umat Islam dari arena politik, ekonomi, budaya dan lain-lain. Sepuluh tahun umat Islam menderita dibawah Jokowi dan kelompoknya.
Semoga Allah melindungi bangsa ini, khususnya umat Islam dari ‘rekayasa-rekayasa jahat aktor-aktor di balik kaum perusuh.’ Allah Maha Perkasa, Allah Maha Bijaksana. Wallahu azizun hakim. []
Nuim Hidayat, Direktur Forum Studi Sosial Politik






