Kemerdekaan Hakiki
Kemerdekaan, dalam pandangan tersebut, bukan sekadar terbebas dari penjajahan bangsa lain. Kemerdekaan adalah ketika manusia tidak lagi menjadi budak materi, hawa nafsu, keserakahan, maupun penghambaan kepada sesama manusia.
Dari Fathu Makkah, ketegasan Umar bin Khattab, hingga pesan Rab’i bin Amir, sejarah Islam menunjukkan bahwa pembebasan manusia merupakan bagian penting dari misi Islam. Karena itu, peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia semestinya menjadi momentum untuk terus bergerak menuju kemerdekaan yang lebih substantif: kemerdekaan jiwa, keadilan sosial, kemandirian ekonomi, serta kehidupan bangsa yang berlandaskan nilai ketuhanan.
Dengan membentuk generasi muḥarrar, menempuh jalan al-‘aqabah, dan menjalankan semangat fakku raqabah, kemerdekaan diharapkan tidak berhenti sebagai catatan sejarah, tetapi benar-benar menghadirkan kehidupan bangsa yang merdeka dan berkeadilan. []






