NUIM HIDAYAT

Keseriusan Prabowo dalam Mendukung Palestina Dipertanyakan: Kasus Kelapa Sawit dan Bocelli

Kasus ekspor sawit ke Israel dan perizinan konser Bocelli ini, menunjukkan bahwa pemerintah Prabowo kurang serius dalam membela kemerdekaan Palestina. Membela Palestina tidak cukup dengan teriakan dan pemberian beasiswa mahasiswa-mahasiswa Palestina untuk kuliah di Indonesia.

Dukungan terhadap Palestina, harusnya juga diwujudkan dalam bentuk penghukuman terhadap kejahatan-kejahatan yang dilakukan zionis Israel. Yaitu menghentikan ekspor kelapa sawit ke Israel dan pelarangan Bocelli tampil di tanah air.

Indonesia perlu meniru langkah Turki yang menghentikan seluruh ekspor, impor, dan perdagangan dengan Israel (2024). Turki sebenarnya punya hubungan diplomatik dengan Israel, tapi hubungan diplomatiknya kini membeku.

Prabowo juga bisa meniru Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang dengan tegas melarang orang-orang Israel untuk berkunjung ke Malaysia. Malaysia konsisten tidak mempunyai hubungan diplomatik dan tidak mempunyai hubungan dagang.

Tapi kini, pemerintah terus membiarkan orang-orang Israel -termasuk tentara IDF- berseliweran di tanah air. Banyak dari mereka yang mengadakan kunjungan ke Bali. Bahkan ada yang ‘informasi‘ (perlu klarifikasi), diantara orang Israel itu ada yang punya vila di Bali.

Para aktivis Palestina memuncak ‘kemarahannya‘ kepada pemerintah setelah pemerintah semena-mena mendeportasi Abdul Karim Miqdad ke Siprus pada 17 Juli 2026 (Baca : Abdul Karim Miqdad, Teroris atau Ulama? – Suaraislam.id).

Bila Prabowo tidak mempunyai sikap tegas pada Israel yang nyata melakukan kekejaman seperti Hitler, maka sikap ksatria Prabowo diragukan.

Dalam Al-Qur’an, keberkahan akan diberikan Allah kepada suatu negara bila penduduknya -termasuk pemimpinnya- beriman dan bertakwa. Bila tidak, maka bangsa itu akan ‘selalu terus dilanda masalah‘. Ketakwaan antara lain dibuktikan dengan pemihakan kebenaran dan penolakan terhadap kezaliman. Israel yang telah melakukan genosida dan membunuh lebih dari 74 ribu penduduk Palestina, harusnya dihukum bukan dimanja dengan sawit dan artis pendukungnya dibiarkan tampil di tanah air.

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS al A’raf 96)

Wallahu azizun hakim.

Nuim Hidayat
Direktur Forum Studi Sosial Politik

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button