IBRAH

Keteladanan: Dakwah Paling Nyata

Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Ahzab ayat 21 tentang pentingnya keteladanan pada diri Rasulullah saw.

(لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا)

“Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan hari akhir serta banyak mengingat Allah.”

Dalam dunia dakwah dan pendidikan, manusia sering kali terlalu sibuk berbicara, tetapi sedikit memberikan teladan nyata.

Mimbar dipenuhi nasihat dan media sosial dipenuhi kata-kata bijak, namun perilaku sehari-hari justru sering kali bertolak belakang dengan apa yang diucapkan.

Padahal, pada kenyataannya, manusia jauh lebih mudah terpengaruh oleh contoh nyata dibandingkan sekadar ucapan lisan.

Karena itulah, para ulama merumuskan sebuah maqolah penting mengenai hakikat tindakan manusia.

(لِسَانُ الْحَالِ أَفْصَحُ مِنْ لِسَانِ الْمَقَالِ)

“Bahasa perilaku lebih fasih daripada bahasa ucapan.”

Maqolah ini mengandung makna filosofis yang sangat mendalam bagi kehidupan kita.

Seseorang mungkin mampu berbicara panjang lebar tentang kesabaran, keikhlasan, atau sifat zuhud.

Namun, apabila perilakunya justru menunjukkan kemarahan, riya, dan cinta dunia, masyarakat akan lebih memercayai tindakan nyata daripada lisannya.

Sebaliknya, ada orang yang tidak banyak berbicara, tetapi keagungan akhlaknya membuat orang lain tersentuh dan berubah menjadi lebih baik.

Rasulullah saw. adalah contoh paling sempurna dalam menunjukkan keselarasan antara ucapan dan tindakan ini.

Beliau tidak hanya menyampaikan wahyu melalui kata-kata, melainkan juga melalui pembuktian dalam kehidupan nyata.

1 2 3 4Laman berikutnya
BACA JUGA
Close
Back to top button