SUARA PEMBACA

Kontestasi Elite Politik Saat Rakyat Tak Berkutik

Gambaran di atas memberikan bukti bahwa sisitem kapitalisme tidak mengutamakan kesejahteraan masyarakat. Berbeda dengan sistem pemerintahan Islam. Negara yang berdasarkan syariat Islam menjamin kebutuhan pokok setiap individu masyarakat secara layak dalam politik ekonomi Islam serta memberikan kemungkinan kepada semua orang untuk memenuhi kebutuhan sekunder dan tersier mereka dalam bingkai life style masyarakat Islam. Jaminan kesejahteraan diberikan kepada orang-perorang seluruh rakyat, bukan secara makro/agregat/kolektif. Walhasil, Islam memastikan kesejahteraan dan kemiskinan dapat diatasi dengan benar dan riil.

Jaminan kesejahteraan pemenuhan kebutuhan pokok orang perorang terlihat jelas pada saat Khalifah Umar bin Abdul Aziz memerintah. Ibnu Abdul Hakam meriwayatkan, Yahya bin Sa’id, seorang petugas zakat pada masa itu, berkata, “Saya pernah diutus Umar bin Abdul Aziz untuk memungut zakat ke Afrika. Setelah memungutnya, saya bermaksud memberikannya kepada orang-orang miskin. Namun, saya tidak menjumpai seorang pun. Umar bin Abdul Aziz telah menjadikan semua rakyat pada masa itu makmur. Akhirnya, saya membeli budak lalu memerdekakannya.”

Gambaran singkat politik Islam yang mensejahterakan diatas menjelaskan kepada kita bahwa sistem inilah yang pantas diterapkan. Apalagi telah terbukti, sistem kapitalis-sekular yang diterapkan saat ini telah banyak menimbulkan banyak penderitaan dan ketidakadilan. Wallahu a’lam.

Diana Nofalia, S.P., Aktivis Muslimah Riau.

Laman sebelumnya 1 2

Artikel Terkait

Back to top button