Kriminalisasi Solidaritas Palestina, Empat Aktivis Tunisia Dipenjara
Konteks Politik yang Lebih Luas
Penangkapan ini terjadi di tengah meningkatnya pembatasan terhadap masyarakat sipil dan kegiatan politik di Tunisia di bawah kepemimpinan Presiden Kais Saied.
Saied telah mengonsolidasikan kekuasaan di seluruh lembaga negara sejak tahun 2021, ketika ia membekukan parlemen, memberhentikan pemerintah, dan mulai memerintah melalui dekrit. Pemerintahannya terus menghadapi kritik dari kelompok-kelompok hak asasi manusia yang menuduh pihak berwenang menggunakan penuntutan hukum dan penahanan pra-persidangan yang berkepanjangan terhadap lawan politik, jurnalis, pengacara, dan aktivis.
Saied dan pemerintahannya menolak tuduhan bahwa penuntutan tersebut bermotif politik. Mereka mempertahankan argumen bahwa badan peradilan beroperasi secara independen.
Keempat aktivis tersebut dijadwalkan hadir di pengadilan pada 16 September, sementara aksi mogok makan Naouar kini memasuki minggu keempat.
Terlepas dari kondisi kesahatannya yang terus memburuk, Trifi menyampaikan bahwa Naouar tetap teguh untuk melanjutkan aksi mogok makannya. Ketika ditanya seberapa jauh Naouar siap melangkah, Trifi mengutip kalimat yang sering diucapkan aktivis itu kepada istrinya saat ditahan: “Sampai bintang-bintang padam.” []
Sumber: Aljazeera.com






