QUR'AN-HADITS

Logika Perumpamaan dalam Ayat Amtsal Al-Qur’an

Menemukan Kembali Relevansi Amtsal

Pada akhirnya, kajian amtsal Al-Qur’an mengingatkan kita bahwa Al-Qur’an tidak turun dalam ruang hampa intelektual. Ia hadir dengan mempertimbangkan kemampuan kognitif, konteks budaya, dan pengalaman emosional para pendengar pertamanya, lalu dari sana ia membangun jembatan menuju kebenaran universal.

Perumpamaan bukan sebuah “penyederhanaan yang merendahkan” mutu pesan keagamaan. Sebaliknya, metode ini merupakan strategi intelektual tinggi yang sangat menghormati kecerdasan manusia.

Memahami logika amtsal berarti memahami salah satu cara Al-Qur’an berpikir dan mengajak manusia untuk berpikir bersama. Dalam setiap perumpamaan tersimpan undangan terbuka untuk menggunakan akal, merasakan dengan hati, lalu sampai pada kesimpulan sendiri.

Itulah mungkin rahasia mengapa Al-Qur’an menutup banyak ayat amtsal-nya dengan seruan persuasif. Kalimat tersebut berbunyi: “Apakah kamu tidak berpikir?” (afala ta’qilun).[]

Laman sebelumnya 1 2 3
BACA JUGA
Close
Back to top button