Majelis Arah Indonesia Resmi Diluncurkan, Siap Jadi Mitra Kritis-Konstruktif Pemerintah
Selain itu, MAI juga akan mengoptimalkan ekosistem digital untuk menghadirkan panduan keumatan yang edukatif dan mendorong penguatan literasi masyarakat dalam menyikapi dinamika sosial dan politik secara lebih dewasa.
Fahmi mengatakan keberhasilan MAI tidak diukur dari intensitas tampil di ruang politik, melainkan dari sejauh mana gagasan dan rekomendasinya dapat menjadi bagian dari kebijakan publik yang membawa manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap mampu membangun jaringan ulama dan intelektual di seluruh Indonesia serta menjaga kepercayaan publik melalui kerja-kerja yang berbasis ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, dan kepentingan bangsa,” ujarnya.
Pada peluncurannya, MAI memperkenalkan Dewan Presidium yang terdiri atas sejumlah ulama, akademisi, dan tokoh masyarakat, yaitu Ustaz Abdul Somad, Ustaz Das’ad Latif, Ustaz Fahmi Salim, Irfan Syauqi Beik, Iwel Sastra, KH Nonop Hanafi, Ustaz Slamet Ma’arif, dan KH Toha Yusuf Zakariya.
Melalui peluncuran ini, MAI mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, akademisi, aktivis, hingga masyarakat luas, untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan bermartabat. []






