NASIONAL

Mau Ganti ‘Assalamualaikum’, BPIP Layak Dibubarkan

Jakarta (SI Online) – Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial. Yudian menyarankan agar sebaiknya salam ‘Assalamualaikum’ diganti dengan ‘Salam Pancasila.’

Pernyataan itu langsung mendapat kritikan dari Anggota Komisi I DPR, Fadli Zon. Ia meminta agar BPIP dibubarkan.

“Lembaga ini memang layak dibubarkan, selain membuat kegaduhan nasional juga berpotensi menyelewengkan nilai-nilai Pancasila itu sendiri,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu melalui akun twitternya, Jumat (21/2/2020).

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu juga berkomentar di akun twitternya.

“Kata Ketua BPIP bahwa musuh besar Pancasila adalah Agama. Kata dia juga sebaiknya Assalamualaikum diganti dengan Salam Pancasila. Logika akal sehat dari dua pernyataan tersebut, justru yang memusuhi agama adalah Pak Yudian/BPIP. Makin jelas,” tulis Said.

Yudian sempat memperagakan Salam Pancasila ini dalam video yang diunggah di akun Youtube BPIP RI pada 16 Januari 2020. Dalam video, Prof. Hariyono sebagai Pelaksana Tugas Kepala BPIP (sekarang Wakil Kepala, red) mengucapkan Salam Pancasila dengan tangan hormat tegak menyamping. Dia juga menjelaskan makna Pancasila, sebagai idiologi Negara Indonesia.

Berikut Salam Pancasila yang disampaikan Hariyono seperti dikutip dari Youtube pada Jumat, 21 Februari 2020:

Salam Pancasila!

Pancasila sebagai sebuah dasar negara mampu mempersatukan berbagai keberagaman yang ada di Indonesia. Itulah yang sering disebut sebagai meja statis, tetapi Pancasila sebagai leistar dinamis.

Yaitu sebagai bintang penuntun bisa memberikan orientasi bangsa Indonesia membangun dirinya dan memajukan bangsanya ke depan. Dan sebagai uraian dari sila-sila dari Pancasila memiliki komitmen kesesuaian antara sila ke satu hingga sila kelima.

Bahwa nasionalisme Indonesia hanya bisa tumbuh di dalam taman sari internasional. Keadilan sosial tidak hanya untuk sekelompok orang, sekelompok golongan. Tetapi, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Salam Pancasila!

red: farah abdillah

Artikel Terkait

Back to top button