SANTRI PELAJAR

Memaknai ‘Al-Hayah Hayatuna’: Mengapa Masa Muda Santri Tak Boleh Sia-Sia?

Masa-masa menjadi santri adalah perpaduan emas antara nikmat sehat dan ketersediaan waktu luang. Jika tidak kalian gunakan untuk menuntut ilmu sekarang, kalian akan menyesal saat kelak sibuk mencari nafkah dan mengurus keluarga.

Kedua adalah keberadaan para guru yang masih membersamai kita. Nabi saw. bersabda: “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi.” (H.R. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Selama kiai dan ustazmu masih hidup dan mengajar, duduklah dengan takzim di hadapan mereka. Kesempatan menimba ilmu langsung dari ulama adalah rezeki besar yang tidak didapatkan oleh semua orang.

Ketiga adalah kondisi hati yang masih lembut dan bersih. Allah Swt. berfirman: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (Q.S. al-Mujadilah [58]: 11).

Derajat yang tinggi di sisi Allah Swt. tersebut harus dibangun sejak masa muda. Hati remaja yang masih kosong ibarat tanah subur, maka tanamilah ia dengan ilmu dan adab sekarang juga.

Dengan demikian, hidupkanlah hayahmu dengan bersungguh-sungguh. Prinsip al-hayah hayatuna adalah sebuah perintah untuk hadir secara zahiran wa batinan.

Artinya, badanmu berada di pesantren dan hatimu sepenuhnya terpaut pada ilmu. Kamu harus berjihad melawan keinginan nafsu (jihadun-nafs) dengan mengurangi tidur, mengurangi scrolling media sosial, dan meningkatkan murajaah.

Niatkan pula seluruh proses belajarmu ikhlas lillahi ta’ala. Belajar bukan sekadar untuk mengejar selembar ijazah, melainkan untuk mengangkat derajatmu di sisi Allah Swt. dan menjadi cahaya bagi umat.

Wahai para penuntut ilmu, jangan sampai sepuluh tahun lagi kalian menyesal dan berkata, “Andai dulu aku serius.”

Sebab, kehidupan adalah hidup kita saat ini, detik ini, dan di majelis ilmu ini. Jangan sia-siakan kesempatan emas tersebut. Wallahu a’lam bish-shawab.

Imam Nur Suharno, Kepala Divisi Humas dan Dakwah Pesantren Husnul Khotimah Kuningan, Jawa Barat.

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button