Menbud Fadli Zon Jadi Profesor Kehormatan di Unas
Dia juga mengklaim penganugerahan Unas kepada Fadli Zon merupakan pengakuan akademik yang objektif. Pemberian juga sejalan dengan tradisi Unas dalam menghormati tokoh yang memberikan kontribusi luar biasa bagi pengembangan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan peradaban bangsa.
Menurut dia, berdasarkan karya intelektual, dan pengabdian yang berkelanjutan, Fadli Zon memenuhi kriteria kehormatan universitas.
Fadli juga dianggap berkontribusi dalam aktivitas keilmuan, pengajaran, penulisan buku dan artikel ilmiah, serta keterlibatan dalam diskursus akademik nasional dan internasional.
“Kiprahnya relevan dalam pelestarian kebudayaan dan penguatan memori kolektif bangsa,” kata dia.
Fadli juga mendirikan berbagai museum dan rumah budaya, seperti Museum Pusaka, Museum Keramik Nusantara, serta Rumah Budaya. Unas melihat pendirian itu sebagai pusat edukasi dan penelitian kebudayaan yang terbuka bagi masyarakat dan kalangan akademik.
Dia mengatakan Fadli Zon juga memperjuangkan pelestarian budaya Indonesia, termasuk isu repatriasi artefak dan diplomasi kebudayaan. Berdasarkan pertimbangan akademik, kontribusi nyata, pengabdian berkelanjutan, serta dampak nasional dan internasional yang dihasilkan, Unas menganggap Fadli Zon layak dan pantas dianugerahi gelar profesor kehormatan.[]






