Mengenang Hari-Hari Terakhir Kehidupan Rasulullah saw
Empat Hari Sebelum Wafat
Pada hari Kamis, kondisi beliau tidak kunjung membaik. Beliau meminta alat tulis untuk menuliskan pesan agar umat tidak tersesat, namun terjadi perselisihan pendapat di antara para sahabat yang hadir.
Melihat kegaduhan tersebut, Rasulullah saw. meminta mereka untuk keluar. Beliau kemudian menyampaikan tiga wasiat, di antaranya mengeluarkan kaum musyrik dari Jazirah Arab dan mengirimkan para utusan.
Pada hari itu, beliau masih mengimami salat Magrib dengan membaca Surah Al-Mursalat. Namun menjelang Isya, kondisi beliau memburuk hingga pingsan beberapa kali saat mencoba bersuci, sehingga beliau memerintahkan Abu Bakar r.a. untuk menggantikan posisi imam.
Dua Hari atau Sehari Sebelum Wafat
Pada hari Sabtu atau Ahad, kondisi tubuh beliau terasa sedikit lebih ringan. Beliau keluar rumah dipapah dua sahabat untuk melaksanakan salat Zuhur di samping Abu Bakar r.a.
Sehari sebelum wafat, tepatnya hari Ahad, Rasulullah saw. memerdekakan para pembantu laki-lakinya dan membagikan sisa hartanya sebesar tujuh dinar. Beliau juga menyerahkan senjatanya kepada kaum muslimin, sementara baju besi beliau masih digadaikan untuk mendapatkan gandum.
Hari Terakhir Kehidupan Rasulullah saw.
Pada Senin pagi saat salat Subuh, Rasulullah saw. menyibak tabir kamar Aisyah r.a. dan tersenyum melihat para sahabat sedang berbaris rapi dalam saf salat. Abu Bakar r.a. sempat hendak mundur, namun beliau memberi isyarat agar jamaah melanjutkan salatnya.
Setelah itu, beliau memanggil putrinya, Fathimah r.a., lalu membisikkan kabar tentang wafat beliau hingga Fathimah menangis. Namun Fathimah tersenyum setelah beliau membisikkan bahwa Fathimah adalah anggota keluarga pertama yang akan menyusulnya dan menjadi pemimpin wanita semesta alam.
Beliau juga memeluk Hassan dan Husain, memberi nasihat kepada istri-istri beliau, serta mengingatkan pentingnya menjaga salat dan hak-hak hamba sahaya. Beliau turut merasakan sakitnya racun Khaibar yang pernah tertelan oleh beliau.
Detik-Detik Terakhir
Di pangkuan Aisyah r.a., Rasulullah saw. menggunakan siwak yang telah dilembutkan. Beliau mencelupkan tangan ke bejana air dan mengusapkannya ke wajah.
“Tiada Tuhan selain Allah. Sesungguhnya kematian itu ada sekaratnya,” sabda beliau.
Sambil memandang ke atas, beliau mengucapkan doa terakhirnya sebelum tangannya melemah.
“Bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat atas mereka dari para nabi, shiddiqin, syuhada, dan salihin. Ya Allah, ampunilah dosaku dan rahmatilah aku. Pertemukanlah aku dengan Kekasih Yang Mahatinggi ya Allah, Kekasih Yang Mahatinggi.”
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Rasulullah saw. wafat pada waktu duha hari Senin, 12 Rabiulawal 11 H, dalam usia 63 tahun lebih empat hari.






