Menjadi Mulia Bersama Al-Qur’an
KH. Imam Nur Suharno, S.Pd., S.Pd.I, M.Pd.I., Pembina Korps Mubaligh Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat
KHOTBAH I
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ
أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَاتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
فَقَالَ تَعَالَى يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Kaum muslimin rahimani wa rahimakumullah,
Segala pujian hanya bagi Allah Swt, Rabb semesta alam yang telah mengaruniakan berbagai macam nikmat sehingga kita dapat hadir di shalat Jumat kali ini. Shalawat dan salam semoga tercurahlimpahkan kepada nabi kita yang mulia, yaitu Nabi Muhammad saw.
Kemudian, khatib mengajak kepada jamaah Jumat untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt, dengan senantiasa menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.
Kaum muslimin rahimani wa rahimakumullah,
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan untuk ditunaikan selama bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya adalah berinteraksi dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an sebagai minhajul hayah (panduan kehidupan) bagi manusia. Tidak ada satu pun sisi kehidupan kecuali Al-Qur’an telah memberikan panduan secara lengkap. Manusia tinggal mengikutinya. Jika mau mengikuti panduannya, pasti manusia menjadi mulia dan mengantarkan kesuksesan hidup di dunia dan di akhirat.
Oleh karena itu, teruslah bergerak mengikuti aturan Al-Qur’an. Berkaitan dengan hal ini, dari Hudzaifah RA, ia berkata: Rasulullah saw bersabda:
دُوْرُوْا مَعَ كِـتَابِ اللهِ حَـيْـثُمَا دَارَ
“Hendaklah kamu sekalian beredar bersama kitab Allah (Al-Qur’an) ke mana saja ia beredar.” (H.R. Hakim).
Kaum muslimin rahimani wa rahimakumullah,
Malaikat Jibril disebut ar-Ruhul al-Amin karena sebagai pembawa wahyu Al-Qur’an (QS As-Syu’ara [26]: 192-194); Nabi Muhammad saw sebagai manusia termulia dan pemimpin para Nabi karena diberi mukjizat Al-Qur’an (QS Al-Isra [17]: 88); dan Ramadhan menjadi bulan mulia karena di dalamnya diturunkan Al-Qur’an (QS Al-Baqarah [2]: 185).
Pun dengan kita sebagai manusia biasa, jika ingin menjadi manusia mulia maka jangan pernah jauh dari Al-Qur’an. Teruslah bergerak dan hidup berada di bawah naungan Al-Qur’an.
Hidup di bawah naungan Al-Qur’an adalah suatu kenikmatan yang tiada tara. Nikmat yang tidak dapat dirasakan oleh siapapun kecuali oleh orang-orang yang pernah merasakannya. Demikian kata Sayyid Quthb dalam Tafsirnya Fii dzilaal Alquran (di bawah naungan Al-Qur’an).
Kaum muslimin rahimani wa rahimakumullah,
Seperti itulah Al-Qur’an jika telah menjadi darah daging, berakar dalam memori, menancap kuat dalam hati dan menjulang tinggi dalam cita-cita. Hal itu terjadi karena di dalam dadanya ada keyakinan bahwa wujud Al-Qur’an itu tidaklah punya arti jika tidak mewujud dalam kehidupan nyata, baik dalam skala individu, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
Agar dapat hidup bersama Al-Qur’an, dengan membacanya, menghafalkan, memahami, mengajarkan, dan mengamalkannya; pertama, terus belajar dan mengajarkan Al-Qur’an. Apapun profesinya hendaknya selalu mengaitkan diri dengan aktifitas belajar dan mengajarkan Al-Qur’an.
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
Rasulullah saw bersabda, “Sebaik-baik orang di antara kamu adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR Bukhari).





