#Darurat LGBTMUHASABAH

Mewaspadai LGBT

Itu semua peringatan nyata dan sangat keras dari sisi medis atau kesehatan akibat gay/homoseksual.

Kita hidup di negara demokrasi, namun demokrasi tidak boleh dijadikan alasan untuk melegalkan sesuatu yang merusak peradaban dan melanggar norma-norma susila serta agama.

Kita sangat menyayangkan jika ada pihak-pihak yang menggunakan panggung publik untuk mempromosikan hubungan sesama jenis dengan dalih hak asasi manusia atau kebebasan hidup (liberalisasi perzinahan).

Sesungguhnya faktor penyebab perilaku LGBT ini sangat beragam, mulai dari lingkungan, ekonomi seperti orang yang tergiur materi atau bayaran tertentu, hingga faktor trauma masa lalu karena salah pergaulan.

Tetapi kondisi di rumah yang terlalu sempit juga bisa menjadi faktor homoseksual dan LGBT. Misalnya anak laki-laki yang tidur berdesakan dalam satu kamar juga bisa menjadi pemicu awal adanya perilaku homoseksual. Orang tua harus waspada dalam kondisi seperti itu.

Oleh karena itu, untuk membentengi keluarga kita dari pengaruh LGBT, maka ada beberapa langkah yang harus diperhatikan:

Pengawasan Ekstra
Sebagai orang tua, kita harus tahu dengan siapa anak kita bergaul. Anak kita jangan dibiarkan pergi tanpa pengawasan yang ketat dan jelas.

Pendidikan Kemandirian
Anak-anak kita perlu dibekali dengan kemampuan bela diri dan mental yang kuat agar tidak mudah terbujuk rayu atau diintimidasi oleh kelompok-kelompok tertentu.

Pendidikan Agama
Berikan pemahaman seks yang baik dan benar sesuai syariat Islam. Para ulama, kiai, dan ustaz perlu bicara tentang bahaya LGBT ini untuk memberikan edukasi, bukan untuk membuka aib, melainkan sebagai langkah pencegahan.

Mudah-mudahan Allah Swt senantiasa memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua, menjaga bangsa Indonesia, dan melindungi generasi anak muda kita dari segala bentuk penyimpangan. Amin ya rabbal ‘alamin.

KH Badruddin Subky, Pimpinan Ponpes Al Badar Bogor.

Laman sebelumnya 1 2 3 4
Back to top button