Milad ke-50, Majelis Al-Ihya Syukuri Setengah Abad Perjalanan Dakwah
“Mudah-mudahan insyaallah terus berkembang. Doakan Insan Kamil menjadi universitas,” harapnya.
Bagi Babah Chaerul, hal paling berharga dari perjalanan panjang Majelis Al-Ihya bukan sekadar perkembangan lembaga dan jumlah santri. Poin utama yang paling bernilai adalah terjaganya ruh kebersamaan serta semangat berjamaah yang diwariskan oleh para pendiri.
“Itu yang mahal yang harus kita jaga dan pelihara. Al-Ihya insyaallah akan tetap istiqamah menjadi benteng Ahlussunnah wal Jamaah,” katanya.
Ia juga mengingatkan seluruh jamaah agar tidak melupakan perjuangan umat Islam di Palestina.
“Kita tetap istikamah menjaga dan membantu perjuangan Palestina, dengan doa, dengan harta, dan dengan segala apa yang ada pada kita,” ujarnya.
Kehadiran Habib Rizieq Syihab dalam milad emas Majelis Al-Ihya turut menambah kehangatan acara.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan doa agar Majelis Al-Ihya dan seluruh lembaga pendidikan Insan Kamil terus berkembang serta istiqamah dalam perjuangan dakwah umat.
Habib Rizieq juga mengajak para orang tua untuk memprioritaskan pendidikan putra-putri mereka di Insan Kamil. Menurutnya, lembaga tersebut telah terbukti berhasil melahirkan generasi Muslim yang saleh, berakhlak, dan berprestasi.
Kepercayaan itu bukan sekadar ucapan pemanis belaka. Habib Rizieq mengungkapkan bahwa putri-putrinya juga pernah mengenyam pendidikan di Insan Kamil.
Pilihan itu didasari atas kepercayaannya pada sistem pendidikan yang dibangun almarhum KH Husni Thamrin. Sosok almarhum merupakan sahabat karibnya yang selama hidup dikenal selalu mendukung garis perjuangannya.
Suasana haru dan bahagia semakin terasa ketika para jamaah bersama-sama melantunkan nasyid berjudul “Mabruk Alfa Mabruk”. Lagu tersebut diciptakan langsung oleh Habib Rizieq Syihab sebagai ungkapan doa dan rasa syukur atas usia emas Majelis Al-Ihya. []





