SUARA PEMBACA

Moderasi Beragama dari Siapa?

Moderat adalah bagian dari proses sekularisasi pemikiran Islam yang menyerukan sikap Islam inklusif (terbuka), serta toleran yang kebablasan terhadap ajaran agama lain dan pada semua pandangan serta budaya, meskipun merupakan maksiat. Pun moderasi beragama mengarah pada memandulkan Islam sebatas ajaran ritual saja sehingga kebenaran dan kapasitas Islam sebagai agama yang sempurna dan mu’alajah musykilat (solusi berbagai persoalan hidup manusia) tidak tampak. Walhasil umat akan ragu pada Islam, tidak bangga terhadap Islam, dan menempatkan Islam sejajar dengan agama-agama lain, tidak ada keistimewaan.

Moderasi bukan berasal dari Islam, dia bertentangan dengan Islam, dan sangat berbahaya karena menjauhkan umat Islam dari ajaran Islam yang benar. Moderasi seolah manis, membawa kebaikan dan berbagai kemaslahatan, tetapi hakikatnya ia adalah racun yang merusak umat Islam. Moderasi adalah racun berbalut madu.

Sejatinya Islam adalah agama sempurna yang tidak butuh hukum, pemikiran, atau konsep lainnya, sebagaimana firman Allah SWT. dalam QS Al-Maidah ayat 3:

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridai Islam sebagai agama bagimu …”

Pun seluruh ajarannya bersumber dari wahyu Ilahi yang tidak akan berubah sampai kapan pun. Islam telah memberikan aturan-aturan dengan terperinci sehingga seluruh problematik hidup makhluk-Nya—dalam situasi dan kondisi apa pun—dapat terselesaikan dengan memuaskan tanpa ada satu pun yang dirugikan.

Aturan-aturan tersebut senantiasa memuaskan akal, sesuai fitrah manusia, dan pada akhirnya menentramkan jiwa. Ini karena Islam lahir dari Zat yang menciptakan manusia, yang Maha Mengetahui hakikat makhluk yang diciptakan-Nya, bukan buatan manusia.

Maha Adil Allah yang telah memberikan aturan yang sedemikian terperinci untuk hamba-Nya. Dengan aturan-aturan tersebut, manusia dapat menjalani kehidupan ini dengan benar dan teratur sehingga bisa membawa pada kebahagiaan.

Aturan-aturan ini menjadi pijakan sehingga manusia mampu terus melangkah tanpa ragu atau bingung dan justru makin bersemangat dalam menjalani kehidupan. Oleh sebab itu, Allah memerintahkan kita, umat Islam, untuk masuk ke dalam Islam secara kafah sehingga dapat membawa pada kebahagiaan yang hakiki.

Allah Taala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah: 208)

Telah sangat jelas sesungguhnya tidak ada satu pun aspek kehidupan yang luput dari aturan Islam, mulai dari bersuci hingga penyelenggaraan negara pun seluruhnya diatur Islam.

Kita diajarkan oleh Islam ketika masuk kamar mandi dengan kaki kiri sambil membaca doa tertentu, cara bersuci, kemudian keluar kamar mandi dengan kaki kanan dan membaca doa tertentu pula.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button