Netanyahu Temui Trump, Bahas Iran sampai Gaza
Netanyahu Dinilai Membawa Tuntutan Maksimal
Barbara Slavin, peneliti di lembaga think tank Stimson Center yang berbasis di AS, menilai Netanyahu membawa “tuntutan maksimal” dalam pertemuan di Gedung Putih.
“Ia memandang Iran sebagai ancaman eksistensial bagi Israel. Ia ingin Iran dilemahkan dengan segala cara. Ia akan senang melihat perubahan rezim,” ujar Slavin.
“Jika itu tidak terjadi, ia ingin memastikan Iran sama sekali tidak memiliki program nuklir dan tidak memiliki rudal yang dapat menyerang Israel.”
Koresponden Al Jazeera Nour Odeh juga menyoroti kemungkinan pemilu dini di Israel yang dapat mendorong Netanyahu menekan Trump agar mengambil sikap lebih keras terhadap Iran.
“Menumbangkan pemerintahan Iran akan menjadikannya raja di atas segala raja dalam kebijakan Israel. Itu sesuatu yang bisa ia bawa ke pemilu dan menang,” kata Odeh.
Namun, menurutnya, Netanyahu juga harus siap menghadapi kemungkinan negosiasi AS–Iran berhasil.
“Jika kesepakatan tercapai, ia harus memastikan hasilnya sesuai dengan kepentingan Israel. Ia ingin Iran dilemahkan secara permanen, yang pada dasarnya memastikan Israel tetap menjadi hegemon di kawasan,” ujarnya.
Isu Gaza Turut Mengemuka
Dalam unggahannya, Trump menyatakan bahwa ia dan Netanyahu juga membahas “kemajuan besar” yang terjadi di Gaza dan kawasan secara umum.
Sejak Oktober 2023, Israel melancarkan perang di Gaza yang dilaporkan telah menewaskan sekitar 72.045 warga Palestina dan melukai 171.686 lainnya.
Pemerintahan Trump sebelumnya mendorong rencana gencatan senjata 20 poin yang diadopsi pada Oktober tahun lalu. Pada Januari, diumumkan bahwa rencana tersebut memasuki fase kedua, meskipun sejumlah isu krusial masih belum terselesaikan, termasuk pelucutan senjata Hamas.
Sementara itu, serangan Israel dilaporkan masih terjadi. Pada Rabu, seorang anak Palestina terluka akibat tembakan pasukan Israel di wilayah Batn as-Sameen, selatan Khan Younis, menurut kantor berita Wafa.
Serangan udara dan tembakan artileri Israel juga menyasar wilayah timur kota yang berada di bawah kendali militer Israel, menurut laporan tim Al Jazeera di Gaza.
Sejak fase pertama gencatan senjata diberlakukan pada Oktober, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat 591 warga Palestina tewas dan 1.578 lainnya terluka.
Pada hari yang sama, Netanyahu juga menandatangani dokumen yang menetapkan keanggotaan Israel dalam Board of Peace yang digagas Trump, dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Dewan tersebut awalnya dirancang untuk mengawasi gencatan senjata Gaza, namun Trump kemudian mendorong perluasan perannya dalam penyelesaian konflik global. Sejumlah pengkritik menilai langkah itu sebagai upaya menciptakan alternatif terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Netanyahu, yang akan duduk sebagai anggota dewan multinasional tersebut, saat ini juga menghadapi surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan perang di wilayah Palestina. []
Sumber: Aljazeera






