INTERNASIONAL

Netanyahu Temui Trump, Bahas Iran sampai Gaza

Iran: Program Rudal Tidak Bisa Dinegosiasikan

Trump menunjukkan optimisme setelah pembicaraan di Oman yang melibatkan utusan khusus AS Steve Witkoff, Jared Kushner, serta Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah peningkatan pengerahan aset militer AS di kawasan, yang memunculkan kekhawatiran akan potensi keterlibatan militer lebih luas.

Sejak Januari, Trump juga menyatakan akan menyerang Iran jika aparat keamanan negara itu membunuh demonstran dalam aksi-aksi protes antarpemerintah.

Sebaliknya, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan kemungkinan “perang regional” jika AS melancarkan serangan.

Sejumlah kekuatan regional di Timur Tengah mendorong solusi diplomatik untuk menghindari benturan militer terbuka.

Meski demikian, pemerintahan Trump belum secara jelas menjabarkan cakupan akhir dari negosiasi tersebut. Sejumlah pejabat AS menyebut pembicaraan berfokus pada tiga tuntutan utama:

  • Mengakhiri program pengayaan nuklir Iran
  • Membatasi program rudal balistik
  • Menghentikan dukungan Iran terhadap kelompok proksi di kawasan

Amerika Serikat sebelumnya ikut dalam kesepakatan nuklir 2015 yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), bersama Inggris, Prancis, China, Rusia, Jerman, dan Uni Eropa. Perjanjian tersebut memberikan keringanan sanksi bagi Iran.

Namun pada 2018, di masa jabatan pertamanya, Trump menarik AS dari JCPOA dan kembali menerapkan kebijakan “tekanan maksimum” terhadap Iran.

Pejabat Iran menyatakan terbuka untuk kesepakatan baru terkait program nuklir yang mereka tegaskan hanya bertujuan sipil. Namun mereka bersikeras bahwa kemampuan rudal balistik tidak dapat dinegosiasikan.

“Kapabilitas rudal Republik Islam tidak dapat dinegosiasikan,” ujar Ali Shamkhani, penasihat Khamenei, seperti dikutip media pemerintah Iran.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya siap membuktikan sifat damai program nuklirnya, tetapi “tidak akan tunduk pada tuntutan berlebihan”.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
Back to top button