OPINI

Pakta Makkah Bukan Sekadar Aliansi Regional Biasa

Kesepakatan ini dapat menjadi landasan bagi transformasi mendalam pada sistem keamanan kawasan Teluk.

Keamanan tersebut membentang dari Teluk hingga Laut Merah, serta dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandeb. Wilayah-wilayah ini merupakan jalur utama tempat sebagian besar perdagangan energi regional dan komersial global melintas.

Jika pakta ini berkembang menjadi kerja sama maritim yang terorganisasi, hal itu dapat menopang pengaturan untuk melindungi pelabuhan, jalur pelayaran, dan rute energi tanpa ketergantungan total pada armada Barat. Kapabilitas itulah yang dibutuhkan kawasan ini untuk membentengi diri dari risiko pengurangan peran Amerika Serikat pada masa depan.

Ujian Nyata Sebuah Aliansi

Kawasan ini tidak pernah kekurangan perjanjian tertulis; hal yang selalu kurang adalah fondasi politik bersama. Koalisi Arab di Yaman yang dibentuk pada 2015 akhirnya goyah setelah pandangan yang berbeda mengenai perang saling berbenturan.

Islamic Military Counter Terrorism Coalition yang juga dibentuk pada 2015 berhasil mengumpulkan daftar peserta yang mengagumkan, tetapi gagal menerjemahkan jumlah tersebut menjadi kapabilitas yang terpadu. Menyatukan negara-negara tidak sama dengan menyelaraskan kepentingan mereka.

Pakta Makkah dapat menjadi batu bata pertama yang serius dalam membangun tatanan keamanan regional yang lebih otonom. Hasil akhirnya tidak akan ditentukan oleh besarnya anggaran pertahanan atau jumlah anggota.

Hasilnya akan ditentukan oleh jawaban atas satu pertanyaan utama: apakah para penandatangan benar-benar bersedia menanggung risiko dan biaya untuk membela satu sama lain?

Jika jawabannya ya, kawasan ini mungkin akhirnya mulai membangun keseimbangan kekuatan yang tidak lagi sepenuhnya bersandar pada kekuatan yang datang dari seberang lautan.[]

Sumber: Aljazeera.com

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button