#Bebaskan PalestinaSUARA PEMBACA

Palestina dan Pentingnya Persatuan Umat

Persatuan Politik dalam Khazanah Islam

Dalam sejarah peradaban Islam, umat pernah hidup di bawah satu kepemimpinan politik yang menyatukan berbagai bangsa dan wilayah. Dalam khazanah fikih Islam, model kepemimpinan tersebut dikenal dengan istilah khilafah.

Bagi para ulama yang mendukung pandangan ini, keberadaan satu kepemimpinan dipandang sebagai sarana untuk menjaga persatuan umat, melindungi wilayah kaum Muslim, dan mengoordinasikan kekuatan mereka. Di sisi lain, terdapat pula pandangan lain di kalangan ulama mengenai bentuk pemerintahan yang dapat mewujudkan nilai-nilai tersebut.

Perbedaan pandangan tersebut tidak mengubah satu kenyataan yang sulit dibantah: umat Islam membutuhkan persatuan yang lebih kuat daripada kondisi keterpecahan saat ini.

Palestina menjadi pengingat bahwa tanpa persatuan politik yang efektif, potensi besar umat akan sulit diwujudkan menjadi kekuatan nyata.

Palestina Adalah Cermin

Sesungguhnya yang sedang dipertontonkan di Palestina bukan hanya kejahatan penjajahan, tetapi juga potret kondisi umat Islam.

Ketika umat kehilangan arah persatuan, kehilangan keberanian, dan lebih sibuk mempertahankan kepentingan masing-masing, maka musuh akan terus menemukan ruang untuk memperluas dominasinya.

Karena itu, membela Palestina tidak cukup dengan doa, donasi, atau unggahan media sosial. Semua itu penting dan bernilai. Namun perjuangan juga memerlukan kesadaran politik umat, penguatan ukhuwah Islam, serta upaya membangun kembali persatuan yang berlandaskan ajaran Islam.

Palestina bukan sekadar nama sebuah negeri. Ia adalah cermin yang memantulkan pertanyaan kepada setiap Muslim:

Apakah kita masih menjadikan akidah sebagai ikatan utama, ataukah kita telah membiarkan sekat-sekat dunia memisahkan apa yang dahulu dipersatukan oleh Islam?

Hari ketika umat mampu menjawab pertanyaan itu dengan tindakan nyata, mungkin itulah hari ketika harapan pembebasan Palestina tidak lagi sekadar menjadi doa, melainkan mulai menemukan jalannya.

Selvi Sri Wahyuni, M.Pd.

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button