#Bebaskan PalestinaINTERNASIONAL

Pawai Ekstremis Sayap Kanan Israel di Kota Tua Yerusalem Berujung Bentrok

Yerusalem (SuaraIslam.id) – Aktivis sayap kanan ekstrem Israel melakukan aksi pawai melintasi kawasan Kota Tua Yerusalem pada Kamis (14/5) dalam rangka peringatan “Hari Yerusalem” yang sarat kontroversi.

Aksi sepihak tersebut memicu bentrokan sengit yang melibatkan para peserta pawai, aparat kepolisian, warga lokal Palestina, aktivis Israel pro-perdamaian, hingga sejumlah jurnalis di lapangan.

Peringatan “Hari Yerusalem” itu sendiri digelar untuk merayakan momen direbutnya wilayah Yerusalem Timur oleh militer Israel dalam Perang Timur Tengah tahun 1967 silam.

Baca juga: Nasionalis Israel Teriakkan ‘Kematian bagi Orang Arab’ dan ‘Semoga Desa-Desa Kalian Terbakar’

Juru bicara kepolisian Israel, Dean Elsdunne, memberikan keterangan kepada Xinhua bahwa sekitar 3.000 personel bersenjata telah dikerahkan di seluruh sudut Yerusalem demi menjaga keamanan selama aksi berlangsung.

Reporter Xinhua di lokasi melaporkan bahwa hampir seluruh toko milik warga Arab di lingkungan Kota Tua terpaksa tutup, sementara polisi Israel berjaga ketat di sejumlah persimpangan utama.

Para peserta pawai sayap kanan ekstrem terpantau mulai memasuki Kota Tua sejak pagi hari sambil mengibarkan bendera Israel dan meneriakkan berbagai slogan provokatif.

Rekaman video dari sejumlah media Israel juga memperlihatkan momen ketika sebagian peserta pawai terlibat konfrontasi fisik secara langsung dengan warga lainnya.

Reporter Xinhua turut menyaksikan para aktivis sayap kanan ekstrem tersebut meneriaki aktivis Israel pro-perdamaian dan jurnalis, yang diwarnai insiden saling dorong serta desak-desakan.

Aparat kepolisian kemudian bergerak mengawal sejumlah aktivis perdamaian dan reporter untuk keluar dari area konflik tersebut demi keselamatan mereka.

Pihak Kepolisian Israel menyatakan bahwa sebanyak 13 orang telah ditangkap sehubungan dengan rangkaian insiden kekerasan terpisah yang terjadi selama pawai.

Sebuah video yang beredar luas di media sosial pada Kamis memperlihatkan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir, pemimpin partai sayap kanan ekstrem Kekuatan Yahudi (Otzma Yehudit), memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa dengan pengawalan ketat polisi sambil membawa bendera Israel.

Kompleks suci Masjid Al-Aqsa yang berada di Kota Tua Yerusalem memang telah lama menjadi titik api utama dalam konfrontasi panjang antara Israel dan Palestina.

Hingga saat ini, status kedaulatan atas Yerusalem tetap menjadi salah satu isu paling krusial dan sensitif dalam setiap perundingan damai Israel-Palestina.

Israel merebut Yerusalem Timur pada 1967 dan kemudian mengklaim seluruh kota tersebut sebagai “ibu kota abadi yang tak terpisahkan,” sebuah langkah sepihak yang ditolak keras oleh sebagian besar komunitas internasional.

Di sisi lain, bangsa Palestina tetap teguh menginginkan kemerdekaan negara mereka berdasarkan garis perbatasan tahun 1967, dengan menetapkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota yang sah.[]

sumber: Xinhua

Back to top button