FOKUS MUSLIMAH

Peluang dan Tantangan Permata Ummat Mengemban Tugas Umat di Pileg 2024

2024 diperkirakan menjadi tahun yang tidak mudah bagi organisasi sayap perempuan Partai Ummat yaitu Permata Ummat atau (Perempuan Utama Ummat), dan seluruh pengurus Permata Ummat dari pusat hingga daerah tanpa terkecuali.

Organisasi Permata Ummat telah memberi sebuah acuan jajak langkah strategis bagi peran Permata Ummat terlibat dalam roda perpolitikan di Indonesia pada pileg 2024. Karena Permata Ummat melihat telah terjadi krisis pemikiran pada kebijakan politik di Indonesia, maka peran perempuan dianggap belum cukup menjadi motor perubahan atas kebijakan-kebijakan politik, dimana solusi-solusi Islami bagi pemecahan masalah masyarakat belum cukup terealisasi.

Pemilu tahun 2024 adalah momentum dimana Pileg dan Pilpres akan terjadi bersamaan. Ancaman yang mengintai adalah menurunnya konsentrasi pada pemenangan Pileg itu sendiri. Hal ini jika tidak diantisipasi dengan baik maka akan merembet kepada menurunnya fokus strategis pemenangan Pileg, dapat berimbas pula pada konsentrasi pemenangan kandidat bacaleg perempuan Partai Ummat dari pengurus Permata Ummat.

Lantas bagaimana peluang dan tantangan dapat dihadapi dan diantisipasi tatkala menurunnya konsentrasi pada pemenangan Pileg di 2024. Serta bagaimana Calon Legislatif (Caleg) dari Permata Ummat dapat mengatasi persoalan masyarakat dibawah dan bagaimana pengurus-pengurus Permata Ummat dapat tetap menjalankan program di dalam ruang parlemen dengan membawa visi-misi agungnya.

Mencari Kesamaan

Dalam pertemuan Sarasehan dan Orientasi DPP Permata Ummat yang dilaksanakan di kediaman Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, H.M. Amien Rais, pada 25-26 Agustus 2023, di Yogyakarta, Ketua Umum Permata Ummat, Pembina-Pembina Permata Ummat beserta Sekjen membahas beberapa tema yang intinya untuk membangun kesamaan berpikir, kejelasan visi dan misi, memberi motivasi dan semangat, serta kejelasan program, dalam komitmen membangun organisasi dan membangun hubungan dengan masyarakat terutama masyarakat perempuan dari berbagai kelompok yang heterogen.

Para pemateri berharap terjadinya kesinambungan dalam membangun semangat, mensosialisasikan Partai Ummat, merealisasikan program-program kerja yang sudah ditetapkan dan juga mengajak Permata Ummat di daerah-daerah dapat bekerjasama dalam menghadapi tantangan di Pileg 2024. Pada acara Sarasehan dan Orientasi, DPP Permata Ummat turut mengajak Ketua-Ketua Permata Ummat daerah dari Jabar dan Bekasi untuk dapat mengestafetkan ilmu yang didapatkan selama Orientasi.

Pesan yang disampaikan oleh keempat narasumber relatif sama. Ketua Umum Permata Ummat Hj. Euis Fety Fatayaty, yang juga merupakan Wakil Ketua Umum DPP Partai Ummat menyampaikan penguatan kapasitas pengurus berawal dari kesadaran pengurus untuk memahami sejarahnya organisasi ini dan mengikuti AD/ART, serta menjadikan Organisasi ini sebagai wadah perempuan yang bisa memperkuat dan mendukung Partai Ummat.

Pengurus diharapkan dapat mewujudkan program-programnya sehingga program kerja tersebut berdampak bagi masyarakat bawah. Dra. Euis menegaskan perlu adanya keseragaman bagi Permata Ummat bertindak dan itu dimulai dari pengetahuan pengurus untuk berpegang pada AD/ART Permata Ummat yang sudah dibuat.

Pesan yang sama juga disampaikan oleh Pembina Permata Ummat yang juga merupakan mantan Anggota DPR Hj. Nurdiati Akma.

Kepada seluruh pengurus DPP Permata Ummat yang hadir, secara terbuka Nurdiati menyampaikan agar pengurus-pengurus Permata Ummat yang ikut bertanding di Pileg 2024 dapat mengingat pesannya untuk bersikap kritis pada setiap kebijakan di parlemen, tetap mengawal regulasi yang ada tanpa mau di intervensi kepentingan-kepentingan asing dan menjadikan momentum berada di ruang parlemen sebagai perjuangan “Jihad Konstitusional”. Nurdiati juga mengingatkan agar seluruh pengurus tidak boleh lepas dari ketaqwaan kepada Allah SWT dan selalu mengingat perintah Allah serta mendalami QS. At-Taubah ayat 20 yang artinya:

“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya disisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), padahal Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad diantara kamu dan tidak mengambil teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Dr. Nurdiati menyampaikan fakta-fakta yang terlihat bagaimana sumberdaya alam Indonesia dan semua kekayaannya banyak yang dikelola dengan melibatkan negara lain yang hasilnya tidak sepenuhnya diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat Indonesia. Hutang yang besar dibebankan kepada bangsa Indonesia, dan ini adalah sebagian kecil dari kebijakan yang melenceng serta menjadi tugas pengurus Permata Ummat yang bertanding di Pileg 2024 untuk mengembalikan apa yang harusnya menjadi hak masyarakat. Menjadikan tugas ini sebagai jalan “Jihad Konstitusional” adalah tidak bersikap diam pada kenyataan diatas karena melawan kezaliman dan menegakkan keadilan adalah perintah Allah dan para pengurus harus yakin bahwa Allah akan membantu segala upaya yang akan ditegakkan melalui tangan-tangan politisi yang baik itu.

Nurdiati juga menyampaikan bahwa pengurus Permata Ummat harus membuka kesadaran masyarakat dibawah agar masyarakat mendapatkan hak-haknya dan tidak boleh terjajah oleh bangsanya sendiri. Oleh karenanya Nurdiati menyampaikan agar peluang Pileg 2024 dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pengurus Permata Ummat yang menjadi kandidat Caleg untuk dapat terpilih dan mengisi ruang parlemen di negeri ini dengan kebijakan-kebijakannya yang benar dan adil.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button