#Gencatan SenjataINTERNASIONAL

Pembunuhan Saleh Aljafarawi Dimaksudkan untuk Mengirim Pesan Gelap

Jurnalis Gaza telah diperingatkan bahwa mereka masih belum aman, bahwa mereka masih menghadapi ancaman kematian karena melaporkan kebenaran.

Tentara Israel mungkin telah mundur dari sebagian wilayah Gaza, tetapi bayangan kampanye pemusnahan terhadap mereka yang mendokumentasikan genosida masih membayangi. Kini ancaman datang dari milisi yang dibentuk oleh pendudukan untuk terus melancarkan perang terhadap rakyat Palestina setelah gencatan senjata.

Pesan dari pembunuhan Saleh sangat jelas: siapa pun yang terus melaporkan secara kritis tentang apa yang terjadi di Gaza, tentang keberlanjutan pendudukan Israel dan pengkhianatan para kolaboratornya di lapangan, akan ditangkap, disiksa, dan dibunuh.

Jurnalis — dan warga sipil secara umum — akan terus berada dalam bahaya selama para kolaborator Israel ini tetap berkuasa.

Namun, upaya untuk menakut-nakuti tidak akan berhasil terhadap para pekerja media Gaza. Meskipun ratusan jurnalis telah dibunuh, banyak orang tetap memilih profesi ini. Saya sendiri tidak lagi merasa aman, tetapi saya tidak berniat meninggalkan studi media saya atau cita-cita saya untuk bekerja di bidang ini.

Meskipun begitu, jurnalis Palestina membutuhkan dukungan dari luar negeri. Kami memerlukan serikat pekerja, organisasi kebebasan pers, dan lembaga hak asasi manusia untuk bergerak dan memastikan adanya mekanisme perlindungan agar jurnalis Palestina dapat bekerja dengan aman. Jurnalis asing juga harus menolak kampanye fitnah terhadap pekerja media Palestina dan secara terbuka menunjukkan solidaritas mereka. []

Eman Murtaja, Mahasiswi jurnalisme dan media berbahasa Inggris dari Gaza
Sumber: Al Jazeera

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button