Pemilu AS: Kandidat Pro-Palestina Menang Mutlak, Kubu Pro-Israel Tumbang
Meluas ke Luar New York
Berbagai jajak pendapat menunjukkan bahwa dukungan publik AS terhadap Israel terus merosot tajam, terutama di kalangan pemilih Demokrat. Oleh sebab itu, para aktivis optimis keberhasilan di New York akan memicu kemenangan beruntun bagi gerakan pembela Palestina di seluruh wilayah AS.
Optimisme ini diperkuat oleh kemenangan kandidat pro-Palestina di wilayah lain, termasuk Chris Rabb di Pennsylvania dan Adam Hamawy di New Jersey. Melalui akun pribadinya di X, Chris Rabb memberikan penghormatan atas kemenangan Avila Chevalier dan Claire Valdez.
“Darializa tahu kita harus berinvestasi pada bayi bukan bom, melindungi imigran bukan ICE (Immigration and Customs Enforcement), dan membela penyewa bukan pengembang realestat,” tulis Chris Rabb.
Ia menambahkan bahwa mereka siap menantang dominasi elite Washington demi membela keluarga pekerja di seluruh negeri.
Baca juga: Sebut AIPAC Monster, Zohran Mamdani: Kritik terhadap Lobi Israel Bukan Antisemitisme
Selama ini, komite aksi politik pro-Israel, American Israel Public Affairs Committee (AIPAC), bersama kelompok zionis lainnya telah menggelontorkan puluhan juta dolar AS demi menjatuhkan para kandidat progresif.
Namun, Beth Miller dari JVP Action menilai strategi perlawanan terhadap AIPAC dengan menyuarakan penghentian total keterlibatan AS dalam apartheid dan genosida Israel terbukti menjadi pesan yang memenangkan pemilu.
Kehadiran para legislator baru ini di parlemen pada awal 2027 diproyeksikan akan memperlebar keretakan konsensus dwipartai terkait dukungan tanpa syarat bagi Israel di Capitol Hill.
Walau kebijakan luar negeri AS di bawah pemerintahan Demokrat maupun Republik masih sering sejalan dengan Israel, Heba Gowayed menekankan bahwa perubahan haluan politik membutuhkan waktu dan New York telah membuktikan bahwa perubahan itu sangat mungkin terjadi.
“Alasan saya merasa sangat optimis adalah karena kita sedang melawan sebuah mesin politik yang sangat mapan, didanai luar biasa besar, dan berusia tua,” kata Heba Gowayed kepada Al Jazeera.
Senada dengan hal itu, Beth Miller menyebut para kandidat terpilih ini tidak sekadar menambah jumlah pembela Palestina di parlemen. Kemenangan mereka sekaligus mengirimkan pesan kuat bagi politisi lain bahwa menyuarakan keadilan untuk Palestina adalah strategi politik yang unggul.
“Harapan saya, pada periode Kongres berikutnya kita bisa melangkah lebih dekat untuk benar-benar menghentikan pasokan bom dan senjata ke Israel,” pungkas Beth Miller.
Menurutnya, pencapaian ini melampaui batas batas dari apa yang sebelumnya dianggap mustahil dalam konstelasi politik Amerika Serikat.[Ali Harb]
Sumber: Aljazeera.com






