Pemimpin Hamas Tolak Pelucutan Senjata Selama Pendudukan Israel atas Gaza Terus Berlanjut
‘Masalah Palestina harus memiliki solusi’
Meshaal mengatakan bahwa serangan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 merupakan sebuah “titik balik”. Ia juga berpendapat bahwa konflik Gaza memaksa dunia membuka kembali “pertanyaan kedua” mengenai isu Palestina itu sendiri.
“[Operasi Badai Al-Aqsa] dan perang genosida ini telah mengguncang dunia. Kini muncul sebuah pertanyaan—masalah Palestina harus memiliki solusi,” katanya, merujuk pada serangan Oktober 2023 tersebut, sembari menyambut meningkatnya jumlah negara yang mengakui negara Palestina, meskipun ia menyebut langkah-langkah itu “belum cukup”.
“Fakta bahwa 159 negara telah menyetujui atau mengakui negara Palestina itu baik, tetapi belum cukup. Bagaimana kita mewujudkan negara Palestina menjadi kenyataan di lapangan? Itulah pertanyaan besar yang kami pikirkan sebagai bangsa Palestina, sebagai bangsa Arab, sebagai umat Muslim, dan bersama para sahabat kami di seluruh dunia,” ujarnya.
Meshaal menyerukan negara-negara Arab dan Muslim untuk beralih dari “kebijakan defensif” ke “ofensif” di arena diplomatik.
“Kami ingin menegaskan bahwa itu (Israel) adalah entitas paria yang menjadi beban bagi keamanan, stabilitas, dan kepentingan internasional. Entitas tersebut harus diisolasi dan dikejar hingga kehilangan seluruh legitimasi internasionalnya, sebagaimana yang dialami rezim apartheid di Afrika Selatan,” tambahnya.
“Kami adalah pemilik perkara yang adil, dan pihak tertuduh adalah mereka yang melakukan kejahatan perang berupa genosida,” katanya. []
Sumber: Al Jazeera






