Pemulihan Trauma Korban Kecelakaan Kereta Dilakukan Bertahap
“Pengalaman traumatis itu dialami langsung oleh korban, bukan oleh orang di sekitarnya. Karena itu, penting untuk memberi waktu bagi korban agar bisa pulih,” ujarnya.
Setiap penyintas harus diberikan ruang yang cukup untuk menenangkan diri serta kesempatan bercerita mengenai perasaannya hanya saat mereka sudah merasa benar-benar siap.
Keluarga juga diimbau untuk tidak memaksa korban menceritakan detail kejadian secara berulang-ulang karena hal tersebut berpotensi memicu kembali serangan ketakutan dan rasa tidak nyaman.
Intervensi dari tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater menjadi langkah wajib jika kondisi trauma tersebut tidak kunjung membaik setelah melewati masa dua hingga empat minggu.
“Jika kondisi trauma berlangsung lebih dari dua hingga empat minggu, korban sebaiknya mendapatkan bantuan profesional,” pungkas Romi.[]
Sumber: ANTARA






