Pengadilan Turkiye Batalkan Kepemimpinan Partai Oposisi Sekuler CHP
Empat orang pelaku pasar mengungkapkan bahwa bank sentral terpaksa menggelontorkan miliaran dolar AS dari cadangan valuta asing (forex) mereka demi meredam dampak buruk dari guncangan tersebut.
Sebelumnya pada Maret tahun lalu, penahanan Imamoglu juga sempat memicu aksi jual massal yang melonjakkan ekspektasi inflasi serta menghentikan sementara siklus penurunan suku bunga, sehingga para investor kini memperingatkan bahwa gejolak politik terbaru ini akan dipantau ketat atas risiko serupa.
Putusan terbaru oleh Pengadilan Ankara ini membatalkan keputusan pengadilan tingkat pertama tahun lalu yang sempat menyatakan bahwa gugatan hukum terkait kongres CHP tahun 2023 tersebut sama sekali tidak memiliki dasar hukum yang kuat.
Sementara itu, Partai DEM yang pro-Kurdish (Partai Kesetaraan dan Demokrasi Rakyat), selaku kekuatan terbesar ketiga di parlemen, mengutuk keras putusan pengadilan tersebut dan menyebutnya sebagai “noda hitam” dalam sejarah demokrasi Turkiye.
Di sisi lain, Kilicdaroglu yang kini dipulihkan kembali sebagai pemimpin CHP setelah sempat meredup dari panggung publik sejak kekalahan pemilihannya tiga tahun lalu, justru mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menggunakan akal sehat, seraya mengekspresikan harapannya agar Turkiye dapat memetik hikmah dan manfaat dari keputusan ini.[]
Sumber: Al Jazeera






