Presiden Erdogan: Istanbul Tetap Kota Turkiye dan Muslim
Ankara (Suaraislam.id) – Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan menegaskan, Istanbul akan tetap menjadi kota Turkiye dan Muslim untuk selamanya.
Pernyataan tegas tersebut ia sampaikan seusai rapat Kabinet di Ankara pada Senin (01/05/2026) guna merespons adanya pihak-pihak tertentu yang ia sebut sebagai sisa-sisa Bizantium.
Untuk menguatkan identitas itu, Erdogan mencontohkan Masjid Hagia Sophia yang kini telah dikembalikan ke tempat semestinya dalam peradaban Islam setelah sempat dikunci selama 86 tahun.
Menurut Erdogan, Hagia Sophia kini telah terbebas dari masa duka yang panjang dan kembali berdiri kokoh sebagai simbol penaklukan yang agung.
“Kini, bangunan itu kembali berdiri sebagai simbol penaklukan, dengan lantunan ayat Al-Qur’an yang bergema di bawah kubahnya dan azan yang berkumandang dari menara-menaranya,” ujar Erdogan.
Penegasan tentang identitas Islam ini disampaikan bertepatan dengan peringatan 573 tahun Penaklukan Istanbul oleh Sultan Utsmaniyah Mehmed II yang dirayakan dengan penuh kebanggaan.
Di tengah upaya mempertahankan identitas peradaban ini, Erdogan mengungkapkan bahwa Turkiye juga menghadapi berbagai manuver yang mencoba membentuk ulang kawasan melalui pertumpahan darah di Gaza, Lebanon, Sudan, dan Yaman.
Namun, ia memastikan bahwa Turkiye terus bergerak maju memperkuat industri pertahanan untuk menggagalkan segala bentuk permainan geopolitik global tersebut.
“Ada Turkiye yang berdiri sebagai pulau stabilitas di tengah ketegangan kawasan,” kata Erdogan saat menjelaskan posisi strategis negaranya saat ini.
Ia juga menambahkan, sebagai aliansi pemerintah yang memikul tanggung jawab sejarah, mereka tidak memiliki waktu untuk terlibat dalam polemik atau pertengkaran yang tidak produktif.
Pada akhir pidatonya, Erdogan menekankan pentingnya persatuan nasional agar bangsa Turkiye dapat terus berdiri bersama, tumbuh semakin kuat, serta melangkah maju ke masa depan.[]
Sumber: Anadolu Agency






