#Bebaskan PalestinaINTERNASIONAL

Pengakuan Palestina Tanpa Tindakan Nyata Hanya Simbolisme Kosong

Seruan Tindakan Konkret

Barghouti menekankan bahwa yang dibutuhkan saat ini bukan lagi dokumen atau pernyataan, melainkan tindakan nyata.

“Langkah pertama adalah menghentikan perang pemusnahan Israel di Gaza, yang oleh banyak pakar dan organisasi HAM telah dikategorikan sebagai genosida,” katanya.

Ia juga mendesak agar dunia internasional untuk memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Israel, menjatuhkan embargo senjata komprehensif, dan memaksa Israel mencabut undang-undang diskriminatif yang menyatakan hanya orang Yahudi yang memiliki hak menentukan nasib sendiri di Palestina bersejarah.

“Kesetaraan Semu” dan Ketidakadilan yang Mengakar

Barghouti menolak narasi kesetaraan antara pihak Palestina dan Israel dalam proses perdamaian.

“Kesalahan terbesar adalah menganggap kedua pihak setara. Faktanya, Palestina telah dijajah hampir delapan dekade. Tidak ada perdamaian yang mungkin tanpa mengatasi akar ketidakadilan ini,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa saat ini sekitar 7,4 juta warga Palestina hidup di bawah pendudukan dan tanpa kewarganegaraan, sementara Israel adalah negara adidaya bersenjata nuklir.

“Paradigma baru dibutuhkan untuk mengakhiri sistem apartheid Israel, sebagaimana dunia mendukung perjuangan rakyat Afrika Selatan melawan apartheid,” katanya.

Dunia Harus Menekan Israel

Barghouti mengingatkan bahwa PLO sudah memberikan konsesi besar dengan menerima pembagian wilayah dan mengakui Israel pada 1988 dan 1993, namun Israel tetap menolak hak Palestina atas negara merdeka.

“Masyarakat internasional harus mengakui kesalahan masa lalu. Perdamaian sejati hanya mungkin jika rezim apartheid Israel dibongkar. Tekanan nyata harus diberikan agar hal itu terjadi,” tegasnya.

sumber: infopalestina

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button