Pengalaman di AS: Mengapa Waktu Puasa Ramadan Berubah Tahun Ini?
Penyesuaian rutinitas
Turaani sendiri harus menyeimbangkan pekerjaan paruh waktu dan kuliah penuh waktu. Ia merencanakan memasak saat hari libur, menyiapkan makanan заранее, dan mengandalkan bantuan suaminya.
Ia juga menyesuaikan diri dengan perubahan waktu: membawa kurma dan sup ke tempat kerja untuk berbuka sederhana, lalu makan besar setelah tiba di rumah sekitar pukul 20.00.
Bagaimana orang lain bisa mendukung
Bagi non-Muslim, memahami perubahan ini bisa membantu dalam mendukung teman, rekan kerja, atau keluarga yang berpuasa.
Seseorang yang tampak baik-baik saja di awal Ramadan mungkin terlihat lebih lelah setelah perubahan waktu—bukan karena puasanya lebih lama, tetapi karena gangguan jadwal tidur dan rutinitas.
Rencana makan malam juga mungkin perlu diundur, misalnya dari pukul 18.30 menjadi 19.30 atau lebih.
Makna di baliknya
Meski menantang, banyak Muslim melihat perubahan ini sebagai bagian dari perjalanan spiritual.
Seperti kata Imam Siddiqi: Ramadan adalah “landasan awal” yang memberi energi spiritual untuk sisa tahun. Ini seperti retret ibadah—kesempatan untuk memperbarui hubungan dengan Tuhan.
Bagi banyak Muslim, Ramadan bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi tentang pertumbuhan, disiplin, dan kedekatan dengan sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri. []
Juwayriah Wright
Sumber: Time






