Pentingnya Iman kepada Takdir
Rasulullah saw. bersabda:
لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَمٍ
“Janganlah seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang perempuan, kecuali bersama mahramnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
أَلَا لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَمٍ، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ
“Ketahuilah, janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan kecuali bersama mahramnya, karena yang ketiga di antara mereka adalah setan.” (H.R. Ahmad dan Tirmidzi)
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يَخْلُوَنَّ بِامْرَأَةٍ لَيْسَ مَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ مِنْهَا، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah ia berkhalwat dengan seorang perempuan yang tidak disertai mahramnya, karena yang ketiga di antara mereka adalah setan.” (H.R. Ahmad)
Pemilihan pasangan hendaknya mengandalkan Salat Istikharah guna memohon petunjuk Allah Swt. yang Maha Mengetahui masa depan.
Jaminan rezeki berada penuh di tangan Allah Swt. Kerja keras manusia tidak secara otomatis menentukan kuantitas materi yang diperoleh.
إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
“Sesungguhnya Allah, Dialah Maha Pemberi Rezeki, Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.” (Q.S. Az-Zariyat [51]: 58)
وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ
“Dan tidak satu pun makhluk bergerak di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata.” (Q.S. Hud [11]: 6)
وَكَأَيِّن مِّن دَابَّةٍ لَّا تَحْمِلُ رِزْقَهَا اللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Dan berapa banyak makhluk bergerak yang tidak dapat membawa rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu. Dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (Q.S. Al-‘Ankabut [29]: 60)
قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ قُلِ اللَّهُ
“Katakanlah, ‘Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi?’ Katakanlah, ‘Allah.’” (Q.S. Saba’ [34]: 24)
Kegagalan sistem internasional seperti PBB dalam menegakkan keadilan distribusi kekayaan menuntut hadirnya institusi kepemimpinan global Islam (Khilafah ‘ala Minhajin Nubuwwah).
Hal ini sesuai dengan kabar gembira dari Rasulullah saw.:
تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا اللَّهُ إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ، فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا اللَّهُ إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا، فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَعُهُ إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهُ، ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً، فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ
“Kenabian akan ada di tengah-tengah kalian selama Allah menghendakinya, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah di atas manhaj kenabian, dan ia akan berlangsung selama Allah menghendakinya. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada kerajaan yang menggigit, lalu akan berlangsung selama Allah menghendakinya. Kemudian Allah mengangkatnya. Kemudian akan ada kerajaan yang memaksakan kekuasaan. Lalu ia akan berlangsung selama Allah menghendakinya. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah di atas manhaj kenabian.” (H.R. Ahmad)
Wallahu ‘alimun hakim. Wallahu ‘azizun hakim.






