INTERNASIONAL

Perjuangan Palestina Tak Bisa Hanya Mengandalkan Kelompok Kiri di Barat

Perlu Menjangkau Semua Spektrum

Berinteraksi dengan kelompok kanan bukan berarti mengurangi tuntutan atau melunak dalam menyebut pendudukan, apartheid, atau kekerasan terhadap warga sipil. Ini juga bukan bentuk kompromi terhadap rasisme atau Islamofobia.

Namun, tanpa upaya menjangkau mereka, advokasi berisiko kehilangan relevansi.

Pendekatan ini menuntut kemampuan menerjemahkan argumen ke dalam bahasa yang dipahami oleh para pengambil kebijakan. Misalnya, dengan menekankan bahwa pendudukan berkepanjangan justru merusak stabilitas jangka panjang, atau bahwa standar ganda dalam hukum internasional melemahkan kredibilitas Barat di isu global lain seperti Ukraina dan Taiwan.

Argumen semacam ini bukan semata ideologis, melainkan menyangkut konsistensi, ketertiban global, dan kepentingan negara.

Belajar dari Sejarah

Sejarah menunjukkan bahwa perubahan politik sering kali terjadi ketika gerakan mampu menjangkau pihak di luar basis pendukungnya.

Kongres Nasional Afrika (ANC) di Afrika Selatan, misalnya, tidak hanya berbicara kepada sekutu, tetapi juga berinteraksi dengan pemerintah yang sebelumnya menentang mereka. Hal serupa terjadi dalam proses perdamaian di Irlandia.

Keterlibatan lintas kubu bukan berarti persetujuan, melainkan strategi untuk membuka jalan perubahan.

Tantangan dan Risiko

Pendekatan ini tentu tidak tanpa risiko. Ada kekhawatiran bahwa masuk ke ruang-ruang konservatif dapat mengaburkan posisi moral atau dimanfaatkan secara negatif.

Namun, politik pada akhirnya adalah soal hasil, bukan sekadar posisi. Jika kebijakan ditentukan di lingkaran kekuasaan yang tidak disentuh, maka perubahan akan sulit terjadi.

Alternatifnya adalah stagnasi: gerakan semakin kuat di internalnya, tetapi tidak mampu memengaruhi kebijakan nyata.

Memperluas Jangkauan

Solidaritas dari kelompok kiri tetap penting dan tidak tergantikan. Namun, itu tidak bisa menjadi batas akhir perjuangan.

Jika Palestina berdiri di atas prinsip keadilan universal, maka argumennya harus disampaikan di semua ruang—termasuk yang tidak ramah sekalipun.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
Back to top button