OASE

Persatuan untuk Kemakmuran Umat

Kembali kepada Al-Qur’an

Namun, mengapa sekarang di saat telah banyak ahli dan jenderal di negeri ini, bangsa kita malah terpuruk dalam kondisi lemah ekonomi, lemah politik, lemah budaya, dan terjajah secara ekonomi?

Inilah yang dijawab oleh Allah Azza wa Jalla dalam surat Ali Imran ayat 103 bahwa untuk menghindari dan mengantisipasi kondisi “buruk” ini, berpeganglah kembali pada tali Allah. Tali yang akan mempersatukan bangsa, menjadikan bersaudara, dan menyelamatkan kita dari jurang neraka.

Apa yang dimaksud dengan “tali Allah” tersebut? Inilah jawabannya: Alquran. Satu ujungnya dalam genggamana Allah Azza wa Jalla, satu diulurkannya kepada kita di muka bumi.

Al-Qur’an-lah yang dulu menjadi bahan bakar semangat juang para pahlawan dan menjadi dasar pemikiran pendiri bangsa ini. Sebelum akhirnya dikaburkan atas nama toleransi.

Tanpa berpegang pada Al-Qur’an, kita akan tersungkur dalam kehinaan. Kita pernah maju dan menjadi pemimpin dunia karena berpegang teguh pada Al-Qur’an; lalu menjadi terbelakang serta tidak memiliki kemuliaan karena meninggalkan Al-Qur’an.

Jadi, kuncinya adalah kembali pada Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman kehidupan.

Di ayat 104, Allah menghimbau pada hamba-Nya agar ada segologan orang yang menyeru pada kebaikan, menyuruh pada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar.

Di sinilah Allah memberi tahu pada kita bahwa perlu ada orang-orang yang bergerak maju menjadi pelopor kebangkitan umat.

Menjadi orang yang berjalan di barisan terdepan untuk memimpin umat ini bangkit dari tidur panjangnya. Menciptakan kemakmuran dan memastikan kesejahteraan umat dan bangsa ini. Bukan hanya untuk kenyang sendiri.

Pelopor yang akan bergerak bersama-sama umat untuk membangun berbagai lapangan pekerjaan; terutama untuk kembali bertani, beternak, dan bertambak. Kenapa demikian?

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button