Piala Dunia 2026: Menakar Batas Ambisi Messi, Mbappe, dan Haaland
Mengejar Angka
Messi yang kini memimpin daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia memang telah menjadi tajuk utama. Namun, dia bukan satu-satunya pemain yang berambisi memecahkan rekor pada turnamen akbar ini.
Mbappe kini memuncaki daftar pencetak gol terbanyak tim nasional (timnas) Prancis. Kemudian, Haaland menjadi pencetak gol terbanyak Piala Dunia bagi Norwegia hanya setelah melewati dua pertandingan.
Lalu, Harry Kane telah menyamai rekor gol Gary Lineker untuk Inggris di Piala Dunia. Semuanya kini mengincar rekor Just Fontaine dari Prancis pada Piala Dunia 1958 yang mencetak 13 gol dalam satu turnamen.
Hanya ada tiga pemain—Fontaine, Gerd Muller (Jerman) pada 1970, dan Sandor Kocsis (Hungaria) pada 1954—yang pernah mencetak gol hingga dua digit dalam satu edisi Piala Dunia. Fenomena kejar-kejaran angka ini dinilai mencerminkan watak generasi muda yang kompetitif, tetapi rawan terjebak pada kepuasan semu.
Mantan bek Prancis, Gael Clichy, mengatakan kepada BBC Sport: “Kylian Mbappe adalah bagian dari generasi yang memiliki faktor tanpa rasa takut. Saya ingat ketika saya memulai, kami harus menghormati generasi yang lebih tua saat kami masuk. Kami juga tidak berupaya mempermalukan para senior. Generasi ini, mereka punya rasa hormat, tetapi dengan cara berbeda. Jangan bicara tentang usia, bicara tentang performa.”
Kembali ke persoalan persaingan meraih Sepatu Emas, Mbappe mencoba merendah di hadapan media. “Itu bukan sesuatu yang saya pikirkan sekarang,” kata Mbappe.
“Leo selalu mencetak gol. Dia selalu melakukannya dan akan selalu begitu. Jika saya mulai memperhatikannya, saya akan merasa harus melakukan lebih. Jadi saya tidak melihat apa yang dia lakukan. Saya hanya memikirkan membantu tim saya. Dengan membantu tim, saya mencetak gol dan mendekati level tersebut,” lanjutnya.
Di sisi lain, pelatih Norwegia, Stale Solbakken, secara terbuka menyanjung anak asuhnya tersebut. “Dia adalah penyerang terbaik – dia tidak bermain untuk Prancis atau Argentina, dia mencetak gol untuk Norwegia,” katanya.
Solbakken menambahkan, lebih mudah memenangkan Sepatu Emas ketika bermain untuk tim besar seperti Prancis dan Argentina. Namun, mereka akan mencoba memberi Erling lebih banyak pertandingan serta dukungan di laga berikutnya agar dia bisa terus mencetak gol di panggung terbesar dunia. []
Andy Cryer, Jurnalis Senior BBC Sport.
Sumber: BBC News Indonesia





