MUDA

Potensi Besar Generasi Muslim di Era Digital

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra‘d: 11)

Dengan paradigma Islam, aktivisme Gen Z tidak berhenti pada tuntutan emosional dan parsial, tetapi diarahkan pada solusi yang sistemis dan ideologis. Islam menuntut penerapan ajarannya secara menyeluruh:

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaffah.”
 (QS. Al-Baqarah: 208)

Tentu, tugas ini bukan tanggung jawab Gen Z semata. Keluarga bertanggung jawab membentuk akidah dan kepribadian Islam. Masyarakat bertanggung jawab menciptakan lingkungan yang sehat secara nilai. Negara bertanggung jawab melindungi generasi dari hegemoni nilai yang merusak, bukan justru melegalkannya atas nama kebebasan.

Era digital memang tak terelakkan. Namun arah pergerakan generasi masih bisa diperjuangkan. Pertanyaannya bukan lagi apakah Gen Z akan bergerak, melainkan bergerak dengan paradigma apa. Sebab dalam Islam, siapa yang menguasai cara berpikir, dialah yang menentukan masa depan peradaban.[]

Ilma Annafi’a, Tinggal di Malang, Jatim.

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button