OASE

Tujuh Karakter Utama Generasi Rabbani

Oleh: Imam Nur Suharno, Kepala Divisi Humas dan Dakwah Pesantren Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat.

Generasi yang menjadi dambaan umat adalah generasi rabbani. Generasi ini memiliki kesempurnaan ilmu dan ketakwaan.

Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an Surah Ali ‘Imran ayat 79: “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al-Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.”

Setidaknya ada tujuh indikator untuk menjadi generasi rabbani. Pertama, tu’allimunal kitab (mengajarkan Al-Qur’an).

Generasi ini selalu mengajarkan Al-Qur’an sehingga menjadi agen pembaruan bagi umat. Mereka mengubah masyarakat agar memahami Islam serta menjadikannya sebagai pola pikir dan gerakan yang cinta Islam.

Kedua, tadrusun (mempelajari kitab). Generasi model ini selalu belajar tanpa pernah berhenti.

Mereka siap berubah manakala menemukan sikap hidup yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Ketiga, ma wahanu (tidak lemah mental). Prinsip hidup mereka tidak mudah goyah oleh model hidup non-Islam.

Ujian yang menimpa diri, keluarga, atau gerakan dakwah akan selalu dihadapi dengan sabar dan istikamah.

Keempat, ma dha’ufu (tidak lemah fisik). Generasi ini selalu menjaga fisik dengan berolahraga dan bela diri untuk menjaga keseimbangan rohani serta jasmani.

Kondisi fisik yang prima ini membuat mereka menjadi umat yang dicintai Rasulullah saw. Hal ini sesuai dengan sabda beliau: “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah.” (HR Muslim).

Kelima, mastakanu (tidak menyerah kepada musuh). Generasi ini tidak pernah menyerah dalam menegakkan kebenaran.

Mereka memegang teguh semboyan perjuangan para sahabat Nabi saw., yaitu “’Isy kariman aw mut syahidan” yang berarti hidup mulia atau mati syahid.

Keenam, muhasabah (mengevaluasi diri). Generasi rabbani selalu mengkaji ulang setiap program yang telah dilakukan.

Jika berhasil mereka bersyukur, dan jika belum berhasil mereka akan menentukan langkah baru untuk masa depan.

Ketujuh, raja’ullah (penuh harap kepada Allah). Usaha maksimal yang telah dilakukan harus selalu diiringi dengan doa.

Mereka juga rajin beristigfar memohon ampunan serta selalu mengharapkan pertolongan Allah Swt. dalam setiap urusan.

Mari kita menjadi generasi rabbani di mana pun berada agar hidup ini menjadi lebih bermanfaat. Rasulullah saw. bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR Al-Qadhai dalam Musnad Asy-Syihab dan At-Thabrani).

Dalam riwayat lain disebutkan: “Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR At-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir).

Semoga Allah Swt. membimbing kita kaum muslimin agar mampu menjadi insan-insan yang rabbani. Amin.[]

Back to top button