Prancis dan Inggris Tolak Undangan Trump ke Dewan Perdamaian Gaza
Jakarta (SI Online) – Prancis dikabarkan menolak undangan Presiden AS Donald Trump untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian internasional yang dibentuk untuk menyelesaikan konflik di Jalur Gaza, Palestina.
Sumber-sumber yang dekat dengan Presiden Emmanuel Macron mengatakan kepada BFM TV pada Senin (19/1) bahwa Prancis tidak bermaksud “memberikan respons yang menguntungkan” terhadap undangan AS itu.
Menurut mereka, fungsi Dewan Perdamaian tersebut dianggap terlalu luas dan mencakup kewenangan yang jauh lebih besar daripada sekadar menyelesaikan konflik di wilayah kantong Palestina itu.
“[Dewan] itu menimbulkan pertanyaan besar, khususnya mengenai penghormatan terhadap prinsip dan struktur PBB, yang dalam keadaan apa pun tidak boleh dipertanyakan,” kata para sumber.
Kementerian Luar Negeri Prancis juga menyatakan bahwa pihaknya sedang menelaah ketentuan dalam piagam atau dokumen pembentukan dewan itu dan menegaskan kembali komitmen Prancis terhadap Piagam PBB.
“Piagam PBB tetap menjadi landasan utama multilateralisme yang efektif, di mana hukum internasional, kesetaraan kedaulatan negara, dan penyelesaian sengketa secara damai harus diutamakan daripada tindakan sewenang-wenang, politik kekuasaan, dan perang,” kata kementerian itu.
Inggris Bersiap Menolak
Bukan hanya Prancis, Inggris juga bersiap menolak undangan Presiden AS Donald Trump untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza. Demikiandilaporkan Financial Times pada Selasa (20/01) dengan mengutip pejabat Inggris.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan pada Senin (19/1) bahwa ia sedang berdiskusi dengan para sekutu mengenai ketentuan Dewan Perdamaian tersebut.
Namun, para pejabat Inggris mengatakan kepada harian itu bahwa Starmer tidak berniat untuk bergabung dengan inisiatif Trump.
“Posisi resmi kami adalah masih mempertimbangkannya. Namun, Anda tidak perlu menjadi jenius politik untuk menyadari bahwa membayar dana pajak sebesar 1 miliar dolar AS hanya untuk duduk di sebuah dewan bersama Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan diterima,” kata salah satu pejabat Inggris yang tidak disebutkan namanya.
“Saya rasa orang-orang tidak akan mendaftar untuk itu,” tambahnya.
Selain itu, Starmer dilaporkan terbuka untuk menghadiri pertemuan resmi G7 di Paris yang diusulkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron, guna membahas sejumlah isu kebijakan luar negeri, termasuk Greenland dan Ukraina.






