‘Reborn’, Koperasi Syariah 212 Bahas Strategi Revitalisasi Bisnis
Dalam silaturahmi para aktivis Islam tersebut, hadir Ketua Dewan Pengawas Koperasi Syariah (KS) 212 Muhammad Yusuf Martak. Selain itu, hadir pula Ketua Umum Rikzanantara, Wakil Ketua Bidang Bisnis Sudadi Sugi, beserta tokoh lainnya.
Sudadi dan timnya menjelaskan secara rinci mengenai unit bisnis yang kini sedang dikembangkan oleh KS 212. Salah satunya adalah program donasi pemasaran air ke masjid-masjid yang dinamakan Serasi 212 (Sedekah Air Amanah Suara Islam-212).
Dalam skema bisnis ini, para donatur dari berbagai daerah dapat menyalurkan sedekah air dengan membeli air kemasan 212. Air tersebut nantinya akan didistribusikan ke masjid-masjid, khususnya di wilayah Jabodetabek.
Bisnis ini dicanangkan karena melihat tingginya animo masyarakat yang ingin menyumbangkan sesuatu ke rumah ibadah. Air merupakan kebutuhan pokok bagi setiap orang, khususnya bagi para jemaah masjid.
Kehadiran air kemasan 212 diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih para jemaah secara praktis. Saat ini, beberapa donatur telah menyumbangkan dana mereka untuk penyaluran air tersebut.
Ke depan, program Serasi 212 diharapkan dapat bekerja sama dengan berbagai komunitas, seperti gerakan Jumat Berkah, tim kebersihan masjid, hingga aksi peduli Palestina.
Selain program tersebut, peserta pertemuan juga mengusulkan agar Koperasi Syariah 212 merambah bisnis pengisian ulang air galon. Usulan lain yang muncul adalah kerja sama bisnis investasi emas dengan Bank Syariah Indonesia.
Ada pula aktivis yang mengusulkan penyelenggaraan seminar besar mengenai sikap umat Islam terhadap Prabowo demi meningkatkan citra 212 di masyarakat. Acara tersebut diusulkan menghadirkan tokoh nasional seperti Habib Rizieq Shihab, Amien Rais, hingga Bachtiar Nasir.
Di sela-sela acara seminar itu, manajemen dapat mempresentasikan rencana bisnis Koperasi Syariah 212 yang akan dikembangkan.
Koperasi Syariah 212 merupakan koperasi primer nasional yang didirikan pada 6 Januari 2017. Lembaga ini menjadi implementasi gerakan pemberdayaan ekonomi umat yang lahir pasca-Aksi 212 pada 2 Desember 2016.
Koperasi ini berlandaskan pada prinsip-prinsip syariah dengan sistem kepemilikan kolektif di tangan para anggotanya.
Lembaga yang didirikan di Bogor ini mengusung visi memperkuat ekonomi umat melalui asas kepemilikan bersama. Keanggotaannya terbuka bagi seluruh masyarakat yang memenuhi persyaratan ekosistem koperasi.
Adapun bidang usaha yang dikembangkan saat ini meliputi sektor ritel, perdagangan, distribusi, properti, investasi, serta layanan keuangan berbasis syariah. []
Rep: Nuim Hidayat






