EKBIS

Republik Gerobak

Migrasi sebagai Alarm

Tak mengherankan jika sebagian orang memandang negeri tetangga sebagai horizon yang lebih menjanjikan.

Di sana, pabrik menyerap tenaga kerja, ekspor bergerak, dan upah berpijak pada produktivitas. Migrasi menjadi pilihan rasional ketika negara gagal menawarkan masa depan.

Ini bukan pengkhianatan, melainkan alarm keras.

Koreksi Arah Republik Gerobak

Ekonomi berbasis UMKM tidak salah. Yang keliru adalah menjadikannya tulang punggung tanpa industri. Usaha bermargin rendah tak akan membawa negara menuju status maju.

Tanpa lonjakan produktivitas, teknologi, dan manufaktur, pertumbuhan akan tersendat, ketimpangan melebar, dan kelas menengah rapuh.

Republik gerobak membutuhkan koreksi arah. Negara harus kembali mengerjakan pekerjaan rumah: industrialisasi yang cerdas, terhubung dengan pendidikan vokasi, riset, dan pembiayaan.

UMKM ditempatkan sebagai penyangga dan inkubator, bukan sebagai pengganti industri. Jika tidak, kita akan terus merayakan sekadar bertahan hidup sebagai prestasi—sementara fondasi ekonomi kian keropos.[]

Muhibbullah Azfa Manik, Dosen Universitas Bung Hatta, Padang, Sumbar.

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button