#Perang Iran vs AS-IsraelOPINI

Rusia Telah Memberi Iran Sesuatu yang Lebih Penting Daripada Senjata

Dukungan politik Rusia terhadap Iran dan penolakannya terhadap eskalasi militer terbukti lebih menentukan daripada bantuan militer dalam membentuk konflik.

Washington memang memiliki banyak sekutu di berbagai belahan dunia. Meski demikian, dukungan efektif dari para sekutu tersebut masih belum jelas bentuknya.

Posisi Rusia membantu memecah isolasi diplomatik ini yang diperkuat oleh kunjungan Araghchi. Meskipun demikian, situasi di kawasan tetap sangat rapuh dan berbahaya bagi Iran.

Terlepas dari kelemahan koalisi anti-Iran, AS masih memiliki ruang luas untuk melancarkan serangan militer. Mereka dapat melakukannya sesuai dengan keinginan dan kalkulasi politiknya.

Memang benar bahwa AS mungkin menghadapi keterbatasan sumber daya militer yang bersifat sementara. Perang ini mengungkap sejumlah kelemahan dalam organisasi militernya, terutama kebutuhan memperkuat armada laut.

Namun, Washington sebagian besar tetap terlindungi dari aksi pembalasan langsung yang dilakukan oleh pihak Iran. AS mungkin membutuhkan waktu untuk memperbaiki kesalahannya, tetapi mereka memiliki waktu yang cukup.

Selain itu, AS juga tidak bisa dianggap sebagai sandera dari ancaman blokade Selat Hormuz. Negara ini telah menjadi produsen minyak terbesar di dunia yang semakin memperkuat posisinya bersama Kanada dan Meksiko.

Meskipun Rusia kemungkinan tidak akan secara langsung memengaruhi hasil konflik, sikap politiknya tetap menjadi faktor penting. Langkah praktis Moskow akan terus membentuk arah krisis Timur Tengah ke depan.

Rusia menyampaikan pandangannya dengan jelas bahwa AS dan Israel telah melakukan agresi terhadap Iran. Dampak dari agresi tersebut juga melampaui batas wilayah Iran dan Timur Tengah.

Konflik ini membawa risiko serius, termasuk meningkatnya kemungkinan kontaminasi nuklir jika fasilitas tersebut rusak. Oleh karena itu, tidak ada solusi militer untuk konflik ini melainkan dibutuhkan upaya diplomatik yang berkelanjutan.

Secara alami, Rusia tidak mendukung pembatasan ekonomi terhadap Teheran sebagaimana tercermin dalam perjanjian tahun 2025. Hal ini sejalan dengan posisi tegas Moskow bahwa sanksi di luar Dewan Keamanan PBB tidak dapat diterima.

Hal yang sama berlaku untuk tindakan permusuhan lain terhadap Iran, termasuk blokade laut. Pada saat yang sama, posisi Rusia tetap menekankan pentingnya mencapai penyelesaian politik yang damai.

Kemampuan Moskow untuk memberikan dukungan militer langsung kepada Teheran sebenarnya sangat terbatas. Hal ini sudah terlihat jauh sebelum konflik pecah dan tercermin dalam perjanjian kerja sama mereka.

Perjanjian tersebut menegaskan hubungan persahabatan, namun tidak membentuk suatu aliansi militer formal. Selain itu, Rusia juga mempertahankan hubungan baik dengan negara-negara Teluk lainnya.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
Back to top button