Semangat Sumpah Pemuda, OSIS SMPIT Birrul Waalidain Bogor Siapkan Generasi Menuju Indonesia Emas

Selain kepemimpinan dan penguatan karakter keagamaan, sekolah juga menaruh perhatian pada tiga bidang pengembangan siswa, yakni public speaking, kemandirian, dan teknologi.
Ketiga bidang tersebut dipandang relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. Kemampuan berbicara diperlukan agar siswa mampu menyampaikan pendapat dengan percaya diri. Kemandirian membantu mereka bertanggung jawab terhadap pilihan dan tugasnya, sedangkan penguasaan teknologi menjadi bekal untuk menghadapi perubahan yang terus berlangsung.
Dengan memadukan ketiganya, sekolah berharap siswa tidak hanya menjadi pribadi yang mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga mampu menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab.
Sri menjelaskan, pengembangan kemampuan tersebut tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman. Kemajuan teknologi dan keterampilan modern tidak boleh membuat siswa kehilangan arah, melainkan harus berjalan beriringan dengan penguatan iman, akhlak, dan pemahaman agama.
Salah satu upaya yang diterapkan dalam pembelajaran keagamaan adalah metode TAMYIZ, yakni pendekatan pembelajaran untuk membantu siswa memahami dan menerjemahkan Al-Qur’an dengan cara yang lebih menyenangkan.
Menurut Sri, pembelajaran tersebut telah diperkenalkan sejak jenjang taman kanak-kanak dan dilanjutkan secara bertahap di sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Prosesnya diarahkan agar siswa semakin terbiasa memahami makna ayat-ayat Al-Qur’an, tidak sekadar membacanya.
Di tingkat SMP, sekolah berharap siswa dapat menuntaskan pemahaman terjemahan Al-Qur’an sesuai tahapan pembelajaran yang diterapkan. Dengan demikian, pengetahuan agama yang diperoleh tidak hanya menjadi hafalan, tetapi juga dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan ini sejalan dengan tujuan pendidikan yang ingin membentuk siswa berilmu sekaligus berkarakter. Pemahaman agama diharapkan menjadi pedoman ketika mereka berinteraksi dengan teman, mengambil keputusan, menghadapi perbedaan, dan menjalankan tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat.
Momen pelatikan OSIS tahun ini terasa lebih spesial karena dihadiri Mantan Menteri Kehutanan MS Kaban yang memberikan kuliah umum untuk para pelajar dan guru Birrul Waalidain. []






